"Kebetulan saat ini memang sudah memasuki musim panen, namun berdasarkan pantauan, dari daerah yang terendam banjir, seperti di Sambas, khususnya untuk daerah Selakau, Pemangkat dan Jawai tidak terlalu terkena banjir. Namun yang terendam banjir itu adalah desa-desa yang berada di pedalaman Sambas, dan bukan menjadi daerah sentra padi kita sehingga untuk panen bulan Februari ini dipastikan aman," kata Hazairin di Pontianak, Minggu.
Dia menjelaskan, saat ini, hampir seluruh daerah di Kalbar sudah memasuki musim panen. Sehingga, meskipun terjadi banjir, tidak akan terlalu mempengaruhi pertumbuhan padi.
Menurut dia, yang perlu diwaspadai itu justru ketika kondisi padi masih muda, dan masih belum bisa menyesuaikan dengan kondisi iklim, seperti banjir.
"Oleh karena itu dipastikan, meski beberapa daerah di Kalbar terendam banjir, namun untuk potensi panen kita masih aman," tuturnya.
Hazairin menjelaskan, target produksi padi di Kalbar pada bulan Februari ini seluas 190 ribu hektare, semuanya masih merupakan metode tanam biasa.
Namun ada juga ada 1.500 hektar lahan yang menggunakan metode tanam Hazton yang juga akan di panen.
"Pada tahun ini, juga kita akan memperluas areal tanam dengan metode Hazton ini pada 45.000 hektare lahan dan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Dari 45.000 hektare itu nantinya akan tersebar pada beberapa daerah sentra padi di Kalbar dan diharapkan dengan demikian bisa meningkatkan potensi beras kita pada tahun ini," katanya.
Dia menambahkan, pihaknya pada tahun ini akan terus mendorong peningkatan produksi pangan dan mewujudkan kemandirian pangan di Kalbar.
Terkait hal itu, pemerintah provinsi mendorong pemerintah kabupaten/kota melakukan sistem pengelolaan tanaman pangan dan hortikultura terpadu serta berbasis kawasan yaitu food estate.
"Kita juga akan mendorong kabupaten/kota menyiapkan pencadangan lahannya dan menjaga lahan-lahan pangan dan hortikultura yang sudah ada sebagai lahan pangan berkelanjutan," katanya.
Selain itu, peranan swasta/BUMN untuk bermitra dengan Pemerintah kabupaten/kota atau langsung dengan kelompok petani dalam mengelola kawasan pangan dan hortikultura yang kreatif dan inovatif serta berdaya saing juga akan ditingkatkan.
"Selain itu, kita juga akan meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian untuk menghasilkan produk yang berkualitas," katanya.
Pewarta: Rendra OxtoraEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.