Pontianak (Antara Kalbar) - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, menurunkan sebanyak 5.505 personil polisi, TNI dan bantuan dari pemerintah daerah untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, kata Kapolda Kalbar, Brigjen (Pol) Musyafak.

"Sebanyak 5.505 personil itu, terdiri dari 4.186 personil dari Polri, TNI sebanyak 214 personil, dan 1.105 personil bantuan dari pemerintah daerah," kata Musyafak di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan, sebanyak 5.505 personil itu disebar ke 843 objek pengamanan yang meliputi Gereja sebanyak 603 unit, pusat perbelanjaan baik tradisional maupun modern ada 84 objek, tempat perayaan gantj tahun ada 53 objek, kemudian objek wisata 45 lokasi, terminal bus baik yang kecil maupun terminal antar negara ada 28 objek, pelabuhan laut dan sungai yang ada di Kalbar ada 22 objek, kemudian bandara dan penyeberangan masing masing enam dan dua objek.

"Kami akan bekerja secara maksimal bersama instansi terkait untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun baru 2017. Terkait penangkapan bom dan pelaku teroris dibeberapa daerah agar menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat dan aparat pemerintah termasuk TNI dan Polri, untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan," ungkapnya.

Peristiwa bom molotov di Samarinda dan pelemparan molotov di Vihara Singkawang hendaknya menjadi perhatian yang serius, katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar juga meminta kepada masyarakat yang akan merayakan Natal dan Tahun baru supaya tidak berlebihan, hindari permainan bunga api di tempat-tempat yang mudah terbakar.

"Kami juga menempatkan sebanyak 41 Pos Pelayanan yang nantinya di tempatkan di pusat keramaian, perbelanjaan, terminal dan pelabuhan baik darat, laut maupun pelabuhan udara, guna memperlancar para pengendara di jalan, juga bisa dimanfaatkan untuk beristirahat bagi para pengemudi yang melakukan perjalanan jauh," katanya.


Pewarta: Andilala
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026