"Saat ini Indonesia diuji. Lihat saja di media sosial masyarakat Indonesia termasuk pemuda saling mencaci dan menghujat satu sama lain. Ini tentu tantangan kader HMI berperan menekan agar mental saling mencaci hilang," ujarnya di Pontianak saat pelantikan Badko HMI Kalbar, Kamis (29/12) malam.
Persoalan lainnya yang mesti dijawab kader HMI yakni bagaimana kapasitas menjadi pemuda dan kader unggul terus ditingkatkan. Kemampuan dan daya saing harus dikuasai sehingga tidak mudah diadu domba dan secara ekonomi anak bangsa tersingkir.
"Saat ini pekerja asing sangat banyak di Indonesia. Jangan sampai kita hanya jadi penonton. Seharusnya kita yang berdiri di negara sendiri," terangnya.
Terhadap persoalan bangsa berupa kebinekaan dan ideologi bangsa yang mulai diuji menurutnya harus menjadi perhatian kader HMI di manapun. Dari pengurusan PB HMI paparnya saat ini terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar kebenaran dan NKRI tetap menjadi wadah memberikan keamanan dan kenyamanan warganya.
"Contoh dalam gerakan 411 dan 212 HMI bersama ulama bergandeng bersama menyerukan persatuan dan apa yang menjadi masalah harus ditindak," kata dia.
Ia mendorong kader HMI terus menjadi pelopor dan penggerak penyelamatan NKRI dari perpecahan dan ancaman musuh negara. Ke depan katanya kader HMI harus terdepan dalam menjawab persoalan umat dan bangsa.
(U.KR-DDI/N005)
Pewarta: DediEditor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026