Singkawang (Antara Kalbar) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) III, di Aula Bank Kalbar, Kamis.
"Konferensi Kerja Kota ini sebagai tindaklanjut dari kegiatan di Pontianak yang dinamakan Konferensi Kerja Provinsi akhir Februari kemarin," kata Ketua PGRI Provinsi Kalbar, Samion, saat menghadiri kegiatan tersebut.
Menurutnya, provinsi sudah menginstruksikan kepada seluruh pengurus PGRI Kabupaten/Kota untuk melaksanakan kegiatan yang sama. "Dan pada hari ini, PGRI Singkawang sudah melaksanakan sesuai dengan yang kita instruksikan," tuturnya.
Pada hakikatnya, dia menginginkan agar semua anggota maupun pengurus PGRI Singkawang bersama-sama mengelola organisasi PGRI ini dengan baik.
"Saya berharap baik anggota maupun pengurus PGRI Singkawang bisa berbuat banyak untuk kepentingan bangsa dan negara," pintanya.
Disamping dirinya menyadari, bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi termasuk bagaimana meningkatkan kesadaran baik anggota maupun pengurus.
"Melalui kesadaran itulah tentunya akan dapat mendorong agar organisasi ini bisa berjalan," katanya.
Samion juga menekankan agar para anggota maupun pengurus dapat bekerja semaksimal mungkin, karena memang pengurus PGRI adalah pengurus yang dilandasi keihklasan, kerelaan, bahkan tidak ada embel-embel yang berkaitan dengan insentif, tapi yang diminta adalah bagaimana kinerjanya.
"Maka dari itu, saya berharap kepada teman-teman di PGRI Singkawang bisa fokus sebagaimana dengan kinerja mereka sebagai seorang guru yang baik," tuturnya.
Karena pada dasarnya seorang guru itukan mengajar, mendidik, melatih, mengayomi, menjadi teladan, dan menjadi inspiratif bagi para siswa.
Dalam kesempatan itu, Ketua PGRI Singkawang, Jaka Kelana mengatakan, salah satu tujuan digelarnya Konferensi Kerja Kota (Konkerkot) ini, untuk mengevaluasi program kerja guru.
"Kalau di Konkerkot ini, kita ingin mendengar, laporan, tanggapan serta saran dari cabang-cabang PGRI Singkawang," kata Jaka.
Untuk di Singkawang, sedikitnya ada lima cabang PGRI. Jadi, apa yang mereka perbuat di masing-masing cabang, apakah tidur atau bekerja nanti akan ketahuan.
"Disinilah kita berikan motivasi, karena setelah mereka menyampaikan di Konkerkot, mereka harus menindaklanjutinya lagi ditingkat kecamatan yang dinamakan Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) di wilayah kecamatan masing-masing," ujarnya.
Setelah di tingkat cabang, dilanjutkan di tingkat ranting. Kemudian tingkat bawah melibatkan semua sekolah.
"Intinya di organisasi PGRI ini memperjuangkan nasib guru. Yang mana permasalahan-permasalahan yang dihadapi nanti akan kita rekomendasikan untuk disampaikan kepada pemerintah," katanya.
Melalui Konferensi ini, Jaka berharap, semangat para guru-guru, anggota maupun pengurus PGRI Singkawang bangkit kembali untuk bekerja membenahi organisasi terbesar yang anggotanya para guru ini.
(U.KR-RDO/N005)
