Ketapang (ANTARA) - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo sekaligus Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik juga bergelar Randen Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua membuka secara resmi Pekan Gawai Dayak XI Ketapang di Kecamatan Marau, Selasa.
Acara Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke XI Ketapang diawali dengan penyambutan Bupati. Serta rombongan secara adat dengan Bupati memancung buluh muda, dan disusul dengan acara benari dan sebagainya.
"Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Ketapang mengucapkan selamat dan sukses penyelenggaraan Pekan Gawai Adat Dayak XI Ketapang tahun 2025 di Marau ini," ucap Bupati saat menyampaikan kata sambutan.
Bupati juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran panitia. Serta Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Marau dan seluruh masyarakat adat Dayak.
"Dengan Pembukaan Pekan Gawai Dayak ke sebelas ini, masyarakat adat Dayak harus bangga. Karena dengan gawai Dayak ini merupakan salah satu cara dan media untuk memelihara budaya," jelas Bupati.
Bupati juga berharap budaya ini tidak hanya dalam seni tari, nyanyian dan pameran. Tapi juga di dalam sanubari harus ditanamkan kebanggaan terhadap jati diri.
"Karena itu, saya atas nama pribadi dan Pemkab Ketapang akan selalu mendukungan dan memfasilitasi kegitan pelestarian adat, budaya dan tradisi. Tidak hanya untuk Dayak, dukungan dan fasilitasi yang sama juga akan diberikan kepada suku-suku lain yang ada di Ketapang," tutur Bupati.
Bupati menegaskan, dalam kepemimpinannya untuk lima tahun ke depan berkomitmen akan melayani dan mengayomi. Serta menjadi pemimpin bagi seluruh suku dan agama yang ada di Ketapang secara adil.
Bupati menambahkan, sebagai Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik. Ia diberi amanah oleh para leluhur untuk menjaga dan melestarikan. Serta mengembangkan adat yang tidak hanya untuk orang Dayak, tapi juga seluruh suku bangsa di tanah air Indonesia.
