Wamena (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan memastikan penanganan optimal terhadap penyakit tuberkulosis atau TBC.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Wamena dr Charles C Ratulangi di Wamena, Selasa, mengatakan secara komulatif TBC merupakan penyakit paling dominan yang ditangani selama ini di rumah sakit.
“Angkanya saya tidak terlalu hafal, tetapi TBC dibanding dengan penyakit lain memang paling dominan. Kami pastikan setiap pasien dengan keluhan apapun termasuk TBC pasti akan ditangani secara optimal,” katanya.
Menurut dia, penanganan berkelanjutan terhadap penyakit TBC menjadi perhatian serius bukan hanya di rumah sakit tetapi juga oleh pemerintah daerah secara keseluruhan.
“Untuk menekan penyebaran penyakit TBC salah satu cara yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah memberikan solusi untuk mengubah pola hidup dengan menghindari asap secara terus-menerus,” ujarnya.
Dia menjelaskan penanganan harus lebih optimal lagi di setiap puskesmas di 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya sehingga sejak dini diobati dan tidak sampai dirawat di rumah sakit.
“Kami di rumah sakit itu sebenarnya alternatif terakhir ketika pasien TBC maupun pasien lainnya sudah tidak dapat ditangani di puskesmas. Padahal pengobatan TBC itu gratis dan perlu konsistensi,” katanya.
Dia berharap masyarakat rutin memeriksakan diri di puskesmas dan dapat mengikuti pengobatan TBC secara rutin di puskesmas sehingga pemulihannya total. Dan ketika pengobatannya rutin maka tidak perlu sampai dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Budaya masyarakat Papua Pegunungan khususnya di Kabupaten Jayawijaya yang sering menghangatkan tubuh di dalam honai atau rumah dalam waktu lama serta tidak sadar menghirup asap terus menerus yang kurang fentilasi udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga menderita TBC.
