Serang (ANTARA) - Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah seorang nelayan yang ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan jatuh ke laut di Perairan Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Basarnas Banten, Rizky Dwianto, di Serang, Sabtu, mengatakan korban diketahui bernama Andi (30), warga Kampung Baru, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, yang sebelumnya dilaporkan terjatuh di sekitar koordinat 106°18'20.21"E – 05°57'32.23"S.
"Jenazah korban berhasil ditemukan pada operasi hari kedua sekitar pukul 07.20 WIB, berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP)," katanya.
Memasuki pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan memulai operasi pada pukul 07.00 WIB dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan penyisiran.
SRU 1 melakukan pencarian menggunakan kapal amfibi dengan metode creeping line seluas 8,18 mil laut (NM), sedangkan SRU 2 menyisir menggunakan perahu karet (rubber boat) Basarnas dengan cakupan area 5,5 NM.
"Sementara itu, upaya pencarian juga dilakukan melalui jalur darat oleh SRU 3 yang menyisir area pantai ke arah barat dan timur Pantai Lontar masing-masing sejauh 1,5 kilometer," ujarnya.
Operasi pencarian ini didukung oleh kondisi cuaca berawan yang kondusif serta melibatkan berbagai unsur gabungan, antara lain Tim Rescue Basarnas Banten, Lanal Banten, MDMC, Vertical Rescue, serta nelayan setempat.
Dengan ditemukan nya korban, operasi SAR kecelakaan kapal tersebut resmi ditutup, dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur yang terlibat sehingga korban dapat diserahkan kepada pihak keluarga.
