Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul lonjakan jumlah titik api serta memperkuat dukungan anggaran dan perlindungan bagi petugas sebagai langkah percepatan pencegahan dan penanggulangan di lapangan.
"Ini bagian dari ikhtiar kita melakukan upaya preventif, pencegahan, sekaligus penanggulangan," kata Bupati Kubu Raya, Sujiwo di Sungai Raya, Minggu.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan status siaga darurat telah diberlakukan sejak 14 Januari 2026 dan ditindaklanjuti dengan apel kesiapsiagaan seluruh unsur terkait guna memperkuat koordinasi dan mitigasi.
Ia menjelaskan tren karhutla menunjukkan peningkatan signifikan. Jika sebelumnya tercatat sekitar 20 titik api, kini jumlahnya melonjak menjadi 58 titik yang tersebar di sejumlah wilayah Kubu Raya.
Untuk itu, ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi komando terpadu yang mampu membangun kolaborasi lintas instansi.
Menurut dia, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga pemadam kebakaran swasta.
"Kita harus berkolaborasi, berbagi tugas, dan saling menguatkan di lapangan," tuturnya.
Selain penguatan koordinasi, Pemkab Kubu Raya juga memastikan dukungan penuh dari sisi anggaran operasional. Sujiwo menegaskan seluruh kebutuhan logistik petugas, seperti makan, minum, hingga bahan bakar minyak (BBM), akan ditanggung pemerintah daerah.
"Untuk anggaran, 100 persen saya akan back up. Saya tidak ingin ada petugas yang memadamkan api sampai subuh tetapi kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi," katanya.
Pemerintah daerah juga tengah mengkaji pemberian honor bagi petugas pemadam sebagai bentuk apresiasi atas kerja dan risiko yang dihadapi selama bertugas.
Sujiwo menegaskan dirinya siap bertanggung jawab penuh terhadap konsekuensi kebijakan, termasuk dari sisi penganggaran, demi memastikan penanganan karhutla berjalan optimal.
Selain fokus pada pemadaman, pemerintah turut memperhatikan aspek kesehatan masyarakat. Warga diimbau mengurangi aktivitas luar ruang, terutama malam hari, serta menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak asap.
Ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mencegah kebakaran dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar.
"Karhutla ini tanggung jawab kita bersama. Pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman," katanya.
Dengan status siaga darurat dan dukungan sumber daya yang diperkuat, Pemkab Kubu Raya berharap penyebaran titik api dapat ditekan sejak dini sehingga dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat diminimalkan.
