Bengkayang (ANTARA) - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Singkawang 2027 tingkat Kecamatan Singkawang Selatan mengusulkan 262 kegiatan pembangunan yang didominasi kebutuhan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah, sebagai program prioritas yang dinilai paling mendesak bagi masyarakat setempat.
Camat Singkawang Selatan Apriyanto mengatakan musrenbang kecamatan menjadi ruang musyawarah warga dan pemerintah untuk merumuskan program prioritas yang berangkat dari kebutuhan riil di kelurahan, lalu diselaraskan dengan arah pembangunan Kota Singkawang.
“Kegiatan ini sebagai wadah musyawarah masyarakat Singkawang Selatan terkait program prioritas yang tercantum dalam daftar usulan kegiatan pembangunan kelurahan, yang kemudian diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kota nantinya,” kata Apriyanto di Singkawang, Selasa.
Ia mengatakan dari total 262 usulan, sebanyak 163 usulan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar, sementara 62 usulan terkait peningkatan konektivitas wilayah. Usulan terbanyak antara lain pembangunan jalan paving, drainase, dan jembatan.
Menurut Apriyanto, kebutuhan tersebut mencerminkan masih perlunya penguatan layanan dasar di permukiman serta akses penghubung antarkawasan, terutama untuk menunjang mobilitas warga dan kelancaran aktivitas ekonomi.
Adapun rincian usulan berasal dari Kelurahan Sedau sebanyak 94 usulan, Kelurahan Pangmilang 79 usulan, Kelurahan Sijangkung 57 usulan, dan Kelurahan Sagatani 32 usulan.
Apriyanto berharap usulan yang telah disepakati dapat masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan daerah dan direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti mengatakan musrenbang merupakan forum strategis dan partisipatif untuk memastikan kebijakan pembangunan tepat sasaran, efektif, serta berdampak langsung bagi masyarakat.
“Musrenbang memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah pembangunan Kota Singkawang di tahun 2027. Partisipasi semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang efektif dan berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti sejumlah persoalan strategis yang perlu ditangani melalui usulan program prioritas, di antaranya kemiskinan ekstrem, tengkes, dan banjir. Kecamatan Singkawang Selatan menyumbang 27 persen dari total 195 keluarga miskin ekstrem di Kota Singkawang.
Selain itu, masih terdapat dua kelurahan di kecamatan tersebut yang belum bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS), sehingga program sanitasi dan perubahan perilaku masyarakat juga perlu menjadi perhatian dalam perencanaan.
“Hal ini menjadi tantangan kita bersama yang harus diatasi, tentu dengan merumuskan aksi nyata melalui usulan-usulan dalam musrenbang,” ujar Dwi Yanti.
Di sisi lain, Dwi Yanti menilai Singkawang Selatan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah, terutama pada sektor pariwisata dan agrowisata karena memiliki pantai, kawasan perbukitan, lahan pertanian, serta menjadi pintu masuk kota dengan keberadaan bandara.
Ia mendorong masyarakat ikut mengawal program pembangunan yang telah dirumuskan agar pelaksanaannya berjalan sesuai kebutuhan serta menjaga lingkungan yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pewarta: NarwatiUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026