Singkawang (ANTARA) - Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan pendidikan pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri merupakan tahap awal yang menentukan dalam membentuk jati diri prajurit TNI Angkatan Darat yang profesional, militan, dan berkarakter.
Pesan tersebut disampaikan Pangdam dalam amanat yang dibacakan Inspektur Kodam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Agus Firman Yusmono saat Upacara Penutupan Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2025 di Halaman Mako Rindam XII/Tpr Singkawang, Rabu.
“Pendidikan pertama Tamtama merupakan tahap awal yang sangat menentukan dalam membentuk jati diri prajurit TNI Angkatan Darat,” kata Brigjen TNI Agus Firman Yusmono.
Dia mengatakan Dikmata menjadi fondasi pembinaan sumber daya manusia TNI AD melalui sistem pendidikan yang terencana, terukur, dan berkesinambungan, sehingga melahirkan prajurit yang siap menghadapi tantangan tugas.
Dalam amanat itu juga ditegaskan bahwa proses rekrutmen dan seleksi calon siswa dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, jasmani, akademik, kepribadian, serta penilaian kerja individu.
Kodam XII/Tanjungpura sebagai komando utama pembinaan jajaran TNI AD, kata dia, menindaklanjuti kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat dengan mendidik para calon siswa agar menjadi prajurit tamtama yang handal melalui Dikmata Infanteri TA 2025.
Dia juga mengingatkan bahwa pengambilan sumpah prajurit merupakan bentuk pengakuan negara bagi prajurit yang resmi menjadi bagian dari TNI AD. Oleh karena itu, nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit harus senantiasa dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit harus selalu menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas guna mewujudkan prajurit yang tanggap, tanggon dan trengginas,” ujarnya.
Sebanyak 519 prajurit dinyatakan lulus setelah menempuh pendidikan selama delapan minggu, terhitung sejak 11 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan lulusan terbaik, yakni Peringkat I Prajurit Dua Abing asal Kabupaten Bengkayang, Peringkat II Prajurit Dua Agus Hendi Pastu Nazar asal Kabupaten Sanggau, dan Peringkat III Prajurit Dua Sandi Yudha asal Kota Pontianak.
