Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang mematangkan persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kecamatan Tujuh Belas dengan fokus pada kesiapan teknis, administrasi, serta dampak sosial sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai.

Persiapan tersebut dilakukan melalui peninjauan lokasi rencana pembangunan PLTMH oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis guna memastikan kesiapan lahan, akses kerja, dan infrastruktur pendukung yang akan digunakan selama proses pembangunan.

"Identifikasi awal kondisi lapangan penting untuk memetakan potensi kendala, baik teknis maupun sosial, agar proyek dapat berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat," kata Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Minggu.

Selain aspek teknis, lanjutnya, Pemkab Bengkayang juga menekankan pentingnya penyelesaian dokumen administrasi serta koordinasi lintas perangkat daerah agar tahapan pembangunan PLTMH tidak terkendala regulasi.

"Pembangunan PLTMH ini diproyeksikan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah berbasis energi terbarukan," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah mencatat masukan masyarakat terdampak yang meminta agar persiapan pembangunan PLTMH juga memperhatikan kondisi infrastruktur jalan yang digunakan selama aktivitas proyek berlangsung.

Terkait dengan pembangunan jalan area proyek, Bupati Bengkayang menyatakan bahwa pembangunan jalan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Ia menjelaskan bahwa perencanaan teknis jalan telah disusun, namun realisasinya masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Ia menyebutkan kebutuhan anggaran pembangunan jalan tersebut mencapai sekitar Rp25 miliar, sementara kapasitas fiskal daerah masih terbatas akibat kebijakan efisiensi dan penyesuaian transfer ke daerah.

"Kita akan selalu membangun komunikasi dengan masyarakat serta mengedepankan kearifan lokal dalam tahap persiapan pembangunan, begitu juga dengan investor," ujarnya.

Dia menegaskan, pematangan persiapan pembangunan PLTMH menjadi kunci agar proyek berjalan efektif, meminimalkan dampak sosial, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Bengkayang.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Dusun Segonde, Dominikus, menyampaikan bahwa masyarakat mendukung dan tidak menolak pembangunan PLTMH, namun berharap ada kejelasan kontribusi proyek terhadap infrastruktur dasar.

“Kami mendukung pembangunan, tapi jalan ini dipakai setiap hari oleh warga. Kalau rusak dan tidak diperbaiki, risikonya besar,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Adat Dusun Segonde, Acut meminta adanya kesepakatan yang jelas antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sejak tahap persiapan. Menurutnya, kejelasan peran masing-masing pihak penting agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

"Semoga proses persiapan pembangunan PLTMH disertai sosialisasi yang memadai kepada warga terdampak langsung. Karena komunikasi yang terbuka diperlukan agar masyarakat memahami tahapan pembangunan dan dampaknya," ujarnya.



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026