Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkolaborasi dengan operator seluler merilis platform artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) Sahabat-AI, platform AI berbasis aplikasi yang mengakar pada kekayaan bahasa lokal, budaya, dan konteks Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat peluncuran di Jakarta, Rabu, mengatakan Sahabat-AI merupakan cerminan arah strategis Indonesia dalam membangun kemandirian kapabilitas AI nasional. Platform itu menjadi langkah dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus mewujudkan transformasi digital yang inklusif.
"Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, tanpa terhalang perbedaan bahasa maupun budaya. Karena itu, kita membutuhkan AI yang benar-benar paling Indonesia, dibangun dengan bahasa kita, nilai budaya kita, serta kepentingan bangsa," kata Meutya.
Meutya menilai, platform itu menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghadirkan teknologi yang relevan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Hadir dalam bentuk aplikasi Android dan iOS, Sahabat-AI menghadirkan kemampuan multi-model dan multi-modal yang memungkinkan pengguna beralih secara mulus dari teks ke gambar, teks ke video, pencarian cerdas, bantuan coding, hingga analisis mendalam dalam satu antarmuka terpadu.
Integrasi itu membuka akses yang lebih luas bagi pelajar, kreator, profesional, hingga pengguna sehari-hari untuk memanfaatkan AI secara praktis, relevan, dan semakin dekat dengan kebutuhan mereka. Dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem nasional, platform ini disebut menjadi komitmen bersama untuk memastikan manfaat AI dapat diakses secara luas bagi seluruh masyarakat.
Untuk memastikan penggunaan yang aman dan bertanggung jawab, Sahabat-AI dibangun dengan sistem keamanan berlapis yang selaras dengan norma sosial, nilai budaya, serta standar etika di Indonesia. Mekanisme itu membantu menjaga interaksi tetap aman, melindungi pengguna, serta merawat ruang digital Indonesia, sambil tetap mendorong inovasi berkembang secara bertanggung jawab.
Presiden Direktur dan pimpinan Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan bahwa peluncuran Sahabat-AI mencerminkan tujuan besar perusahaan dalam memberdayakan Indonesia dan bahwa teknologi harus membawa manfaat bagi semua orang. Dengan menjadikan Sahabat-AI terbuka, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan secara luas, perusahaan menekankan platform tersebut menjadi fondasi inovasi yang dapat digunakan oleh individu, startup, pelaku usaha, maupun institusi publik di Indonesia.
