Kota Bukittinggi (ANTARA) - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengimbau masyarakat di daerah tersebut untuk bijak menyikapi perbedaan jadwal pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah
"Walaupun ada perbedaan (jadwal pelaksanaan) Shalat Idul Fitri tahun ini, tidak perlu dipermasalahkan," kata dia di Kota Bukittinggi, , Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu.
Ia mengatakan pelaksanaan Shalat Idul Fitri berkaitan erat dengan masing-masing keyakinan umat Muslim.
Oleh sebab itu, perbedaan jadwal pelaksanaan shalat harus dihargai.
Ia bersama wakil wali kota, Kapolresta Bukittinggi, Komandan Kodim 0304/Agam serta sebagian masyarakat setempat melaksanakan Shalat Idul Fitri pada Sabtu di Lapangan Wirabraja Kota Bukittinggi.
Satu hari sebelumnya atau Jumat (20/3), sebagian umat Muslim di kota tersebut lebih dahulu menunaikan shalat sunah yang dilaksanakan setiap 1 Syawal itu.
Menurut dia, perbedaan pelaksanaan Shalat Idul Fitri tidak boleh menjadikan masyarakat, khususnya umat Muslim terpecah akan tetapi justru harus menjadi landasan kuat untuk tetap saling menghargai dan menghormati perbedaan.
"Perbedaan jadwal pelaksanaan Shalat Idul Fitri tidak hanya terjadi pada tahun ini, namun sudah terjadi beberapa kali dan itu harus kita hargai," ajak dia.
Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Khusus di Sumbar, terdapat beberapa kabupaten dan kota yang terdampak paling parah, di antaranya Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Namun, ia menilai masyarakat di daerah dengan sebutan "Ranah Minang" itu bisa segera bangkit karena ditopang kepedulian dan tolong-menolong yang ditunjukkan oleh masyarakat berasal dari berbagai daerah.
"Kita bersama-sama bisa membantu para korban berkat bantuan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota," kata dia.
Pewarta: Muhammad ZulfikarUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026