Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad menyoroti perlunya silaturahmi di tengah dinamika regional, terutama dalam merayakan Idulfitri 1447 Hijriyah (H).

"Silaturahmi antara KBRI Islamabad dan masyarakat Indonesia sangat penting. Terlebih di tengah dinamika regional saat ini," kata Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, usai mengikuti Shalat Id dan Halal Bihalal, di KBRI Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (21/3), sebagaimana keterangan mereka pada Minggu (22/3).

Acara silaturahmi, yang diadakan melalui Halalbihalal, menurut dia juga penting, sebagai bagian dari semangat solidaritas.

"Kita adakan Halalbihalal dengan semangat solidaritas. Banyak saudara-saudara kita yang sedang melalui masa dan situasi yang tidak mudah," imbuh sang Duta Besar.

KBRI Islamabad menyelenggarakan Shalat Id dan Halalbihalal melalui kerja samanya dengan Panitia Bulan Ramadhan, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PBR PPMI) Pakistan.

Setelah Pemerintah Pakistan mengumumkan kepastian Idul Fitri pada Sabtu, berbagai persiapan langsung dilakukan, mulai dari dekorasi, pengadaan menu khas Lebaran, hingga pembersihan Aula Budaya Nusantara untuk dijadikan tempat Shalat Id.

Untuk memudahkan transportasi para mahasiswa dari kampus International Islamic University Islamabad (IIUI) ke KBRI Islamabad yang berjarak sekitar 20 km, KBRI Islamabad menyiapkan tiga minibus.

Minibus tersebut cukup membantu karena kampus IIUI sudah tidak menyediakan bus kampus sehubungan libur Idul Fitri. Terlebih lagi, tidak semua kendaraan bisa dengan mudah memasuki Diplomatic Enclave di mana KBRI Islamabad berada.

Sementara, kendaraan KBRI lebih mudah mendapatkan akses ke berbagai titik di ibukota yang dijaga cukup ketat, di tengah situasi keamanan dan ketegangan di kawasan, baik di Asia Selatan maupun Timur Tengah.

Sementara itu, Ibnu Aqil Mahmud, Wakil Syuriah I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan, dalam khutbahnya menyoroti perlunya cinta tanah air sebagai bagian dari fitrah manusia.

Selama perayaan tersebut, seluruh jemaah Shalat Id mendapat kupon untuk ditukar dengan seporsi lontong berkuah opor ayam dan es timun serut.

"Pak Dubes dan Ibu seperti orangtua kami. Meskipun kami jauh dari keluarga, Shalat Id dan Halalbihalal cukup mengobati rasa kangen berlebaran di kampung halaman," kata Neng Yofa, mahasiswi IIUI asal Sukabumi yang turut hadir dalam perayaan Idulfitri tersebut.

Sebelum kembali ke tempat masing-masing, masyarakat Indonesia mendapatkan makanan ringan dan beberapa bungkus Indomie yang telah diterima dari pabriknya di daerah Faisalabad, Pakistan.

"Bagi kami, Ramadan adalah bulan untuk berlomba menjadi yang terbaik. Banyak mahasiswa/i dengan talenta bagus," kata Ketua PBR PPMI, Naufal, yang telah mengatur berbagai lomba dan kegiatan antar mahasiswa Indonesia selama Ramadhan.

Lomba-lomba Nasyid, serta pidato dan MC berbahasa Inggris dan Arab merupakan beberapa unjuk kebolehan yang dilombakan.



 

Pewarta: Katriana
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026