Pontianak (ANTARA) - Semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-36 tingkat Kabupaten Sanggau yang akan berlangsung di Kecamatan Tayan Hilir pada 21 Juni 2026.

Di tengah keterbatasan anggaran dan minimnya dukungan pembangunan infrastruktur, warga bersama panitia dan pihak swasta bahu-membahu menyukseskan ajang keagamaan terbesar tingkat kabupaten tersebut.

Kepala Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Sunarto, mengatakan venue utama MTQ dipusatkan di Desa Kawat dan saat ini proses pembangunannya masih terus dikebut.

“Persiapan terus berjalan meskipun ada sejumlah tantangan, terutama karena faktor cuaca dan keterbatasan anggaran untuk infrastruktur,” kata Sunarto di Sanggau, SelaSa.

Ia menuturkan kebijakan efisiensi anggaran membuat panitia harus mencari alternatif pembiayaan secara mandiri, terutama untuk pembangunan akses jalan, penataan lapangan utama serta kebutuhan operasional kegiatan.

Menurut dia, sebagian besar dukungan pembangunan berasal dari swadaya masyarakat, bantuan perusahaan hingga partisipasi ASN, TNI dan Polri.

“Kalau mengandalkan anggaran pemerintah saja tentu berat. Karena itu masyarakat ikut bergerak membantu agar pelaksanaan MTQ tetap berjalan maksimal,” ujarnya.

Sunarto menyebutkan dana swadaya masyarakat yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp500 juta. Selain itu sejumlah perusahaan juga memberikan kontribusi, di antaranya PT Antam sebesar Rp100 juta, PT ICA Rp50 juta dan BTM Group Rp100 juta.

Sementara itu, pemerintah daerah turut membantu pembiayaan pembangunan venue utama yang nilainya mencapai sekitar Rp999 juta serta dukungan penerangan lampu sekitar Rp460 juta.

Selain menjadi ajang syiar Islam, pelaksanaan MTQ diperkirakan turut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Panitia memperkirakan sekitar 500 peserta dan ofisial dari 15 kecamatan akan berada di Tayan Hilir selama kurang lebih 10 hari.

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang usaha bagi warga, mulai dari sektor penginapan, jasa katering, konsumsi hingga penyewaan pakaian adat.

“Kalau peserta dan ofisial datang dalam jumlah besar tentu ekonomi masyarakat ikut bergerak. Penginapan kemungkinan penuh dan usaha kecil warga juga akan mendapat manfaat,” katanya.

Sunarto yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Pembangunan Kelompok Kerja Masyarakat MTQ menambahkan progres pembangunan venue utama saat ini telah mencapai sekitar 78 persen.

Ia optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan MTQ ke-36 tingkat Kabupaten Sanggau dapat berjalan lancar dan sukses.



Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026