Pemerintah usut kasus dugaan fabrikasi riset WNI di konferensi ISPPD
- 2 Juni 2026 15:38
Pegiat sosial Bintulu Francis Ngu Hown Hua (kanan) bersama relawan Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (Forkommi) menggendong dua anak Warga Negara Indonesia (WNI) ke mobil saat akan dibawa petugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di Bintulu, Sarawak, Malaysia, Senin (18/11/2019). Sebanyak enam WNI yaitu seorang perempuan (boru Situmorang) bersama lima anaknya (Diana, Akbar, Murni, Linda, Puteri) asal Tebing Tinggi, Sumatra Utara yang ditemukan dalam kondisi kelaparan dan terlantar itu diselamatkan Forkommi serta pegiat sosial Bintulu Francis Ngu Hown Hua dari sebuah pondok di hutan di kawasan Batu Sembilan Bintulu pada Oktober lalu. Selanjutnya mereka dibawa ke KJRI Kuching untuk mendapat penanganan lebih lanjut. ANTARA FOTO/HS Putra/jhw
Ibu Boru Situmorang (kanan), satu dari enam Warga Negara Indonesia (WNI) menangis dipeluk relawan Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (Forkommi) saat akan dibawa petugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di Bintulu, Sarawak, Malaysia, Senin (18/11/2019). Sebanyak enam WNI yaitu seorang perempuan (boru Situmorang) bersama lima anaknya (Diana, Akbar, Murni, Linda, Puteri) asal Tebing Tinggi, Sumatra Utara yang ditemukan dalam kondisi kelaparan dan terlantar itu diselamatkan Forkommi serta pegiat sosial Bintulu Francis Ngu Hown Hua dari sebuah pondok di hutan di kawasan Batu Sembilan Bintulu pada Oktober lalu. Selanjutnya mereka dibawa ke KJRI Kuching untuk mendapat penanganan lebih lanjut. ANTARA FOTO/HS Putra/jhw
Ibu Boru Situmorang (tengah), satu dari enam Warga Negara Indonesia (WNI) menangis dipeluk relawan Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (Forkommi) saat akan dibawa petugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di Bintulu, Sarawak, Malaysia, Senin (18/11/2019). Sebanyak enam WNI yaitu seorang perempuan (boru Situmorang) bersama lima anaknya (Diana, Akbar, Murni, Linda, Puteri) asal Tebing Tinggi, Sumatra Utara yang ditemukan dalam kondisi kelaparan dan terlantar itu diselamatkan Forkommi serta pegiat sosial Bintulu Francis Ngu Hown Hua dari sebuah pondok di hutan di kawasan Batu Sembilan Bintulu pada Oktober lalu. Selanjutnya mereka dibawa ke KJRI Kuching untuk mendapat penanganan lebih lanjut. ANTARA FOTO/HS Putra/jhw
Akbar (kiri) dan Diana (kedua kanan), dua dari enam Warga Negara Indonesia (WNI) dipeluk relawan Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (Forkommi) saat akan dibawa petugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di Bintulu, Sarawak, Malaysia, Senin (18/11/2019). Sebanyak enam WNI yaitu seorang perempuan (boru Situmorang) bersama lima anaknya (Diana, Akbar, Murni, Linda, Puteri) asal Tebing Tinggi, Sumatra Utara yang ditemukan dalam kondisi kelaparan dan terlantar itu diselamatkan Forkommi serta pegiat sosial Bintulu Francis Ngu Hown Hua dari sebuah pondok di hutan di kawasan Batu Sembilan Bintulu pada Oktober lalu. Selanjutnya mereka dibawa ke KJRI Kuching untuk mendapat penanganan lebih lanjut. ANTARA FOTO/HS Putra/jhw
Diana (kedua kiri), satu dari enam Warga Negara Indonesia (WNI) dipeluk relawan Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (Forkommi) saat akan dibawa petugas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di Bintulu, Sarawak, Malaysia, Senin (18/11/2019). Sebanyak enam WNI yaitu seorang perempuan (boru Situmorang) bersama lima anaknya (Diana, Akbar, Murni, Linda, Puteri) asal Tebing Tinggi, Sumatra Utara yang ditemukan dalam kondisi kelaparan dan terlantar itu diselamatkan Forkommi serta pegiat sosial Bintulu Francis Ngu Hown Hua dari sebuah pondok di hutan di kawasan Batu Sembilan Bintulu pada Oktober lalu. Selanjutnya mereka dibawa ke KJRI Kuching untuk mendapat penanganan lebih lanjut. ANTARA FOTO/HS Putra/jhw