Pontianak (Antara Kalbar) - Bursa Efek Indonesia perwakilan Kalimantan Barat menargetkan 5.000 investor aktif yang menanamkan modalnya pada bursa saham tahun 2014.

"Untuk Kalimantan Barat 4.300 dari sekitar 5.000 orang merupakan investor aktif dan itu merupakan mereka yang benar-benar berdomisili di Kalimantan Barat, berdasarkan data KTP yang kita miliki. Kita menargetkan, hingga akhir tahun ini 5.000 orang itu bisa menjadi investor aktif," kata Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia perwakilan Kalimantan Barat, Taufan Febiola di Pontianak, Sabtu.

Dia menjelaskan, BEI hadir di Pontianak tahun 2008, dan sejauh ini puncak stabilnya investasi pada pasar saham itu berada pada Rp10 triliun lebih. Hanya saja karena krisis moneter, ditambah lagi salah satu produk unggulan Kalbar seperti CPO yang mengalami penurunan harga di pasar internasional mengakibatkan investasi terendah pada angka Rp2,3 triliun.

"Artinya ada masih sekitar Rp8 triliun yang belum kembali ke pasar modal dan ini yang terus kami fokuskan agar kepercayaan investor bisa kembali," ujarnya.

Namun, lanjut Taufan, selama dua tahun terakhir yaitu pada tahun 2013 jumlah angka transaksi investasi meningkat menjadi Rp3 triliun dan di targetkan pada tahun 2014 ini bisa mencapai angka Rp5 triliun.

"Kita juga memprediksi pada tahun 2017 nanti, bisa stabil kembali mencapai angka Rp10 triliun," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan lebih fokus dan berkelanjutan untuk memberikan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat tentang manfaat investasi.

"Kami optimistis, jika kita melakukan secara konsisten, maka tinggal menunggu waktu, masyarakat akan semakin banyak menggeluti investasi sociaty. Kita sendiri sudah banyak melakukan program untuk mengedukasi masyarakat agar bisa beralih kepada investasi sociaty tersebut seperti menggelar forum investor, klinik informasi publik, pendirian galeri investasi Bursa Efek Indonesia pada beberapa perguruan tinggi yang ada di Kalbar, workshop, pameran dan sebagainya. Termasuk kersajasama dengan beberapa media untuk mengedukasi masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang perkembangan bursa kepada publik, BEI menyebarkan data pergerakan harga saham melalui media cetak dan elektronik.

"Satu indikator pergerakan harga saham tersebut adalah indeks harga saham. Saat ini, BEI mempunyai beberapa jenis indeks, ditambah dengan sepuluh jenis indeks sektoral, diantaranya, IHSG, Indeks Individual, Indeks LQ45, Indeks IDX30, Indeks Kompas100, Indeks Sektoral, dan lain sebagainya," kata Taufan.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014