Pontianak (Antara Kalbar) - Tenaga Kerja Indonesia asal Kota Pontianak, Rika Rahayu yang tewas karena disiram menggunakan air keras beberapa waktu lalu di Sarawak, Malaysia, dimakamkan pihak keluarganya, Jumat.

"Jasad Rika Rahayu, Kamis (13/8) dijemput langsung oleh Agustini petugas dari Dinas Sosial Tenaga Provinsi Kalimantan Barat dari Sarawak Malaysia, dan tiba di Pontianak, Kamis malam," kata Kasi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak As Syafii saat dihubungi di Pontianak.

Ia menjelaskan, dari Sarawak, korban diantar ke rumah duka di Jalan Komodor Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat menggunakan ambulans menempuh perjalanan delapan jam dan tiba Kamis malam, pukul 20.00 WIB. Kemudian Jumat pagi, sekitar pukul 10.00 WIB jenazah sudah dimakamkan pihak keluarganya.

Pemulangan ini juga bisa segera dilakukan berkat bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak terutama keluarga, KJRI, Dinas Sosial Provinsi Kalbar dan BP3TKI Pontianak yang sejak awal muncul informasi kematian yang bersangkutan segera menindaklanjutinya, katanya.

Syafii menambahkan korban meninggal 1 Agustus 2015, di rumah sakit Kuching, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif karena luka serius pada bagian muka, leher dan tangannya, setelah disiram air keras oleh seseorang yang tidak dikenal.

Kasus kematian yang bersangkutan, kata Syafii, saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib di Malaysia.

"Kami sebelumnya, sempat kesulitan menemukan alamat yang bersangkutan, karena di paspornya beralamat di Jalan Tabrani Ahmad 1A, Kecamatan Pontianak Barat. Tetapi ketika dilakukan penelusuran, kami tidak menemukan keluarga yang bersangkutan," ungkapnya.

Menurut dia, saat dilakukan pencarian lebih intensif lagi, akhirnya petugas bisa menemukan keluarganya di sekitar wilayah Jalan Komodor Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat.

Syafii mengimbau kepada masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri agar mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan, agar risiko bermasalah yang mungkin akan dihadapi bisa dihindarkan.

(A057/N005)

Pewarta: Andilala

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015