Singkawang (Antara Kalbar) - Sebanyak 763 guru ngaji dan Pendidikan Alquran (TPQ) di Kota Singkawang mendapatkan bantuan dari pemerintah kota setempat.

"Bantuan dari Pemerintah Kota Singkawang ini diberikan melalui Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Singkawang. Bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Singkawang kepada fisabilillah," kata Wali Kota Singkawang, Awang Ishak, saat menyerahkan secara simbolis bantuan kepada TPQ dan guru ngaji tradisional, di Gedung Arafah Kompleks Masjid Agung Singkawang, Jumat.

Dia mengatakan, bantuan itu juga sengaja diberikan sebagai bentuk rasa kepedulian pemerintah kota kepada para guru ngaji yang telah mengajarkan Alquran kepada anak-anak warga Kota Singkawang.

Awang berharap, agar bantuan yang diberikan itu tidak dipandang dari nilai yang diberikan, namun lebih kepada niat Pemkot Singkawang yang ingin memperhatikan para guru ngaji.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H Jawani mengatakan, bahwa guru TPQ dan guru ngaji tradisional merupakan pejuang fisabilillah.

"Guru TPQ dan guru ngaji merupakan pejuang fisabilillah yang tidak kenal hujan, panas, malam, untuk mengajarkan baca Alquran kepada anak-anak," katanya.

Ditempat yang sama, Ketua BKPRMI Kota Singkawang Marsudi, mengatakan, bahwa pada tahun ini Pemerintah Kota Singkawang memberikan bantuan untuk guru TPQ dan Guru ngaji tradisional di Kota Singkawang sebanyak 763 orang.

Untuk guru TPQ, jelasnya, ada 495 orang dan guru ngaji tradisional sebanyak 268 orang. "Masing-masing per orang mendapatkan bantuan sebesar Rp250.000," ungkapnya. 

(KR-RDO/E001)

Pewarta: Rudi dan Rendra Oxtora

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2015