Pontianak (Antara Kalbar) - Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Singkawang Yusnita Fitriadi mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar pelatihan pemotongan hewan kurban kepada para pengurus masjid.

"Kita berikan pelatihan bagaimana cara memotong hewan kurban yang baik, amal, sehat, halal dan utuh," kata Yusnita, Senin.

Mungkin dalam dua atau tiga hari ke depan pelatihan itu sudah bisa diberikan kepada pengurus-pengurus mesjid yang mau melaksanakan kurban.

Menurut Yusnita, kurban memiliki persyaratan yang khusus. Artinya, sapi tidak boleh cacat dan sebagainya. "Jika memang sapi tersebut layak dipotong, maka boleh untuk dikurbankan," katanya.

Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Singkawang H Muchlis sebelumnya mengatakan, dalam penyembelihan hewan kurban harus sesuai dengan syariat Islam.

"Dalam pembagiannya pun (daging kurban), utamakan kepada warga fakir miskin," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Abdul Manaf mengingatkan tentang kunci yang mesti diingat jika ingin menyembelih hewan kurban yang sesuai syariat Islam.

Langkah pertama melakukan pendaftaran bagi panitia atau pengurus masjid yang akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Hal itu berkaitan dengan penjadwalan pemeriksaan hewan kurban. Kemudian siapkan sarana sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban.

"Misalnya, tempat gantungan daging, tempat pemotongan, alat untuk menyembelih, air bersih yang mencukupi termasuk sarana pembuangan limbah," kata Manaf.***4***



(U.KR-RDO/E005)

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2016