Pontianak (Antaranews Kalbar) - Calon Gubernur Kalbar, Sutarmidji, menyerahkan piagam komitmen Midji-Norsan untuk pembentukan Provinsi Kapuas Raya kepada Sultan Sintang, Kesuma dan disaksikan para tokoh dan masyarakat Sintang, Rabu.

Dalam orasinya Sutarmidji memaparkan program-program di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan rencana pemekaran Provinsi Kapuas Raya, di hadapan Sultan Sintang, Kesuma dan para tokoh, serta masyarakat di Kabupaten Sintang.

"Semua etnis dan agama yang ada di Kalbar harus diperlakukan sama," katanya.

Menurut dia, semua yang dijanjikan dan diwujudkannya sudah terukur dan masuk akal, termasuk rencana pemekaran Provinsi Kapuas Raya. "Saya yakin dan masyarakat juga yakin Provinsi Kapuas Raya akan terbentuk," ungkapnya.

Kedatangan Bang Midji (Sutarmidji) beserta rombongan disambut hangat oleh Sultan Sintang, Kesuma, Pangeran Ratu Sri Negara, Ikhsan Perdana, dan keluarga besar Sultan Sintang.

Sementara itu, Sultan Sintang, Kesuma mengatakan, dalam mencari pemimpin, dirinya maupun masyarakat Sintang bukan berdasarkan suku, agama maupun golongan. "Baik Dayak, Melayu, Tionghoa adalah satu darah. Insya Allah Midji-Norsan menjadi gubernur, kita dukung dan doakan," ungkapnya.

Mengenai karakter pemimpin yang cocok untuk Kalbar, Sultan Sintang menegaskan, masyarakat Sintang merindukan pemimpin Kalbar yang baru, yang bisa menyatukan semua golongan dan bisa membenahi pemerintahan yang adil dan merata.

Ketua koalisi pemenangan Midji-Norsan Sintang, Zay mengatakan Sutarmidji merupakan sosok yang sungguh-sungguh dalam bekerja, merakyat dan sudah terbukti.

Ia juga mengimbau agar masyarakat jangan terpecah disebabkan adanya kampanye negatif maupun yang berusaha memecah belah. "Satukan niat dan hati untuk Kalbar baru yang lebih sejahtera. Mari kita menangkan Midji-Norsan di Sintang," ujarnya.

Dalam sesi dialog, seorang warga, Stefanus Ansai meyakini jika Midji-Norsan menjadi gubernur Kalbar, maka Provinsi Kapuas Raya akan terwujud.





 

Pewarta: Andilala

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018