Jakarta (Antaranews Kalbar) - Samsung meluncurkan asisten virtualnya, Bixby, saat merilis Galaxy S8 pada 2017, dan menghadirkan tombol hardware khusus di perangkatnya.

Saat ini, kemampuan Bixby tidak cocok dengan Asisten Google, namun presiden divisi elektronik konsumen Samsung, Kim Hyun-suk, melihat kemungkinan kemitraan antara kedua perusahaan.

Dalam konferensi pers di pameran elektronik IFA 2018, seperti dilaporkan Phone Arena, Senin (3/9), eksekutif Samsung tersebut melihat berbagai bentuk kolaborasi yang dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Baca juga: Samsung bentuk "Galaxy Team" abadikan momen-momen Asian Games 2018

Hal yang paling menguntungkan bagi Google, menurut Kim, adalah dapat hadir di jajaran perangkat Samsung, di mana Bixby akan berjalan. Melalui integrasi Bixby, beberapa layanan Google juga tersedia untuk pengguna yang lebih luas.

Tidak hanya itu, saat banyak perusahaan lain hanya membuat speaker atau tampilan sederhana yang menggunakan asisten virtual, Samsung membuat semuanya, mulai dari printer hingga AC.

Perusahaan asal Korea Selatan itu juga sudah memiliki sederetan lemari es pintar, yang dapat dijalankan dengan Bixby. Dan, Samsung ingn menawarkan hal itu kepada Google.

Baca juga: Samsung Galaxy Note 9 resmi diluncurkan

Asisten virtual Samsung sudah menggunakan Google untuk pencariannya, namun Kim membayangkan integrasi lebih lanjut dari produk Google, seperti Google Maps untuk petunjuk arah dalam antarmuka Bixby.

Google adalah salah satu pemimpin dalam kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, dalam elektronik konsumen, dan Samsung berharap dapat membuat kesepakatan yang akan memungkinkannya memanfaatkan kekayaan AI Google.

Sementara itu, Google telah memiliki lini speaker cerdas sendiri. Belum diketahui apakah Google berminat bekerja sama dengan produsen elektronik lain untuk menerapkan Asisten Google di perangkat IoT mereka, demikian Phone Arena.

Pewarta: Arindra Meodia

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018