Nanga Pinoh (Antaranews Kalbar) - Anggota Komisi VII DPR RI Katherine Oendoen mendesak Pemkab Melawi mempercepat izin operasional SPBU yang menyediakan BBM satu harga di Desa Nanga Sokan, Kecamatan Sokan.

"Penyediaan BBM satu harga merupakan program pemerintah dalam mewujudkan pemerataan, sehingga harus didukung oleh semua pihak, termasuk oleh Pemkab Melawi. Salah satunya percepatan pengeluaran izin dan penyediaan fasilitas pendukung lainnya, seperti jalan dan lain-lain," kata Katherine Oendoen saat menghadiri peresmian SPBU Kompak yang menyediakan BBM satu harga di Sokan, Melawi, Senin.

Ia mendesak Pemkab Melawi agar secepatnya memberikan izin operasional SPBU yang menyediakan BBM satu harga tersebut, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat di kawasan 3T.


"Saya kecewa kepada Pemkab Melawi dan dan jajarannya, karena tidak menghargai jerih payah instansi terkait dalam memperjuangkan sehingga terwujudnya SPBU yang menyediakan BBM satu harga di Kecamatan Sokan," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi itu, namun sayangnya kurang didukung oleh pemda setempat. Terlebih lagi program penyediaan BBM satu harga diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, bukan untuk pengusaha atau perusahaan, seperti misalnya perkebunan sawit.

Sementara itu, Pemilik SPBU Kompak, Gunawan Syah berharap, Pemda Melawi mempercepat dikeluarkannya izin operasional SPBU Kompak, sehingga pihaknya dapat melayani masyarakat akan kebutuhan BBM bersubsidi.

Menurut dia, meskipun izin belum keluar, tetapi pihaknya sudah melayani pembelian BBM satu harga untuk masyarakat Kecamatan Sokan dan tiga kecamatan sekitarnya, yakni Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, dan Kecamatan Sayan.

"Kami terus berbuat yang terbaik untuk NKRI, salah satunya menjual BBM satu harga, yakni untuk premium seharga Rp6.450 per liter, dan solar Rp5.150 per liter," ujarnya.

Sales Executive VII Pertamina Wilayah Kalbar, Andi Reza Ramadhan menyatakan, pihak siap dalam mendistribusikan kebutuhan BBM subsidi untuk wilayah 3T, termasuk di SPBU Kompak tersebut.

"Kami berharap, pihak SPBU Kompak juga selalu menjaga stok sehingga pelayanan pembelian BBM subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan selalu terlayani, salah satunya tidak menjual BBM subsidi tersebut kepada yang tidak berhak," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya melakukan distribusi dari Depot BBM Sintang dengan jarak sekitar 100 kilometer atau dengan jarak tempuh sekitar delapan jam ke SPBU Kompak tersebut, dengan kondisi sebagian besar masih belum beraspal.

Anggota Dewan Energi Nasional dari Unsur Pemangku Kepentingan, Tumiran menyatakan, hari ini pihaknya meresmikan SPBU penyalur BBM satu harga di Kecamatan Sokan untuk memberikan pelayanan dibidang kebutuhan BBM kepada masyarakat sehingga juga memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini melalui Peraturan Menteri ESDM No. 36/2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan secara Nasional memberi Amanah kepada BPH Migas sebagai badan yang ditugasi untuk mengawal agar jenis BBM tertentu dan khusus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia dengan harga yang sama.

"BBM satu harga ini adalah bukti begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakatnya. Selain itu, dengan terealisasinya program BBM satu harga di Kabupaten Melawi ini, kami berharap setiap pihak antara lain pemerintah daerah, pengusaha dan PT Pertamina (Persero) dapat senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi untuk memudahkan masyarakat Kabupaten Melawi dalam mendapatkan BBM secara adil dengan harga sesuai ketetapan pemerintah," ujarnya.

Sampai hari ini, termasuk penyalur BBM satu harga di Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, telah beroperasi 65 Penyalur BBM satu harga. Rinciannya 62 penyalur oleh Pertamina, dan dua penyalur oleh PT AKR Corporindo TBK.

Penyalur BBM satu harga Kecamatan Sokan ini adalah penyalur ke- 87 yang diresmikan sejak program BBM satu harga dimulai tahun 2017, kemudian untuk tahun 2019, ditargetkan 29 penyalur beroperasi oleh Pertamina, dan satu penyalur oleh PT AKR Corporindo Tbk.

Kemudian, untuk di Kalbar tercatat tahun 2017 sudah beroperasi empat penyalur BBM satu harga oleh Pertamina, dan tiga penyalur AKR Corporindo Tbk.

Pada tahun 2018 ditargetkan ada lima penyalur BBM satu harga yang beroperasi, di mana satu sudah beroperasi yaitu dari PT AKR Corporindo Tbk di Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak pada 1 November 2018, dan ada penyalur BBM satu harga di Kecamatan Sokan, Kabupaten Melawi yang diresmikan hari ini.

Kemudian dua penyalur lain di Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, dan Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang akan diresmikan 15 November 2018, dan masih terdapat satu penyalur lagi di Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang yang belum beroperasi.

"Untuk tahun 2019 ditargetkan akan beroperasi satu penyalur lagi dalam memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat di Kabupaten Melawi," katanya.


Baca juga: Peresmian SPBU satu harga di Melawi

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2018