Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) terus gencar mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), terutama di Kalimantan Barat , mampu merambah pasar global melalui E- Smart IKM .

"lni adalah Iangkah nyata Kemenperin untuk mempersiapkan IKM menuju Revolusi Industri 4.0,” ujar Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih di sela pembukaan acara E- Smart IKM Go-Digital di Pontianak, Kalbar, Kamis.

Acara yang dihadiri 250 IKM dari Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Bengkayang, Kubu Raya dan Kota Singkawang tersebut berkolaborasi dengan platform digital dan lembaga pembiayaan, yang dikemas dalam konsep pameran, temu wicara dan loka karya.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam Making lndonesia 4.0 adalah IKM yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Melalui program ini kami harap akan menjadi penghubung bagi IKM untuk belajar bagaimana menggunakan platform digital untuk meningkatkan daya saingnya," ujar Gati

Gati menjelaskan transformasi digital dari proses jual beli konvensional menjadi jual beli daring semakin marak di Indonesia, tidak hanya untuk produk berupa barang, bahkan jasa, menjadikan industri e-commerce memiliki tantangan besar tetapi menjanjikan potensi yang tidak keciI.

"Kami berharap e-commerce akan menjadi gerbang bagi pelaku IKM untuk melakukan transformasi digital dengan menggunakan alat promosi digital, sistem informasi digital, pembayaran digital, serta manajemen relasi dengan pelanggan secara digital pula," katanya. .

Kemenperin mencatat, hingga akhir tahun 2018, Workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp2,3 miliar. Berdasarkan sektornya, industri makanan dan minuman mendominasi hingga 31,87 persen dari total transaksi di e-Smart IKM, kemudian disusul sektor industri logam sebesar 29,10 persen, dan industri fesyen sebesar 25,87.

”Hingga tahun 2019, ditargetkan bisa mencapai total 10.000 peserta untuk ikut dalam program ini," kata Gati.

Sampai saat ini program e-Smart IKM yang dilaksanakan hingga di 34 provinsi, telah melibatkan beberapa pihak, seperti Bank Indonesia, BNI, Google, iDeA, serta Kementerian Komunikasi dan informatika. Selain itu, menggandeng pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten.

"Program e-Smart IKM juga telah bekerja sama dengan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek lndonesia," sebut Gati.

Lebih Ianjut, program e Smart IKM akan pula memfasilitasi pelaku usaha agar dapat mengakses pasar yang Iebih luas melalui kerja sama dengan ATT Group selaku Authorized Global Partner Alibaba.com di lndonesia.

"Kerja sama ini meliputi pelatihan pemasaran daring bagi IKM dalam melaksanakan operasional di dalam Alibaba.com serta pertukaran data dan informasi mengenal perkembangan dan pencapaian IKM yang masuk di dalam program e-Smart IKM," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Gati menegaskan, sektor IKM mampu menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional mengingat jumlahnya yang besar, mencapai 4,4 juta unit usaha atau sekitar 99 persen darl seluruh unit usaha industri di Indonesia. IKM menyerap 10,5 juta orang atau 65 persen dari total tenaga kerja sektor industri.

Pewarta: Dedi

Editor : Andilala


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019