Jamaah calon haji Indonesia yang akan tinggal di Kota Mekkah berkisar 24-25 hari selama melaksanakan rangkaian ibadah haji bakal berhak mendapatkan sejumlah layanan yang disediakan dan ditangani langsung oleh para petugas haji Indonesia.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440 H/2019 Subhan Cholid di Mekkah, Kamis, mengatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh keperluan untuk jamaah haji asal Indonesia yang akan mulai tiba di Mekkah dari Madinah pada 14 Juli 2019.

Baca juga: Ini cara mengenali petugas haji di Tanah Suci
Baca juga: Nur Fitasari, sosok TNI milenial calon pelayan tamu Allah

“Seluruh kelompok terbang yang akan berada di Mekkah ini kurang lebih 529 kloter dengan jumlah jamaah 216.500 orang dan petugas kloter,” katanya.

Pihaknya memastikan seluruh layanan yang akan diberikan kepada jamaah calon haji selama di Mekkah telah seluruhnya siap. Berikut layanan yang akan diberikan kepada jamaah calon haji Indonesia:

1. Pemondokan di 173 hotel yang tersebar di Kota Mekkah
Jamaah calon haji Indoneaia akan ditempatkan pada 11 sektor yang ada di 7 wilayah yakni sektor 1 ada di wilayah Syisyah, sektor 2 ada di wilayah Syisyah-Rawdah, sektor 3 di Syisyah-Rawdah, di sektor 4 di Rawdah, sektor 5 di Mahbas Jin, sektor 6 di Mahbas Jin dan Aziziyah, sektor 7 di Misfalah, sektor 8 di Misfalah, sektor 9 di Rei Bakhsyi, sektor 10 di jarwal, dan sektor 11 di jarwal. Kemudian mereka akan ditumpu oleh satu sektor khusus untuk melayani jemaah yg ada di Masjidil Haram.

Sebanyak 173 hotel atau penginapan di sekitar Kota Mekkah telah disiapkan untuk menjadi lokasi tempat tinggal bagi jamaah calon haji Indonesia selama menunaikan rangkaian rukun Islam yang kelima, ibadah haji, di Mekkah tersebut.

“Ada 173 hotel tersebar di 11 sektor, terbanyak di sektor 2 ada 36 hotel dan paling sedikit di sektor 10 ada dua hotel tapi meski hanya dua tapi kapasitasnya mencapai 23.000 jemaah,” kata Subhan.

Tercatat pada sektor 1 sebanyak 23 hotel, sektor 2 sebanyak 36 hotel, sektor 3 sebanyak 23 hotel, sektor 4 sebanyak 19 hotel, sektor 5 sebanyak 11 hotel, dan sektor 6 sebanyak 10 hotel.

Sementara sektor 7 sebanyak 15 hotel, sektor 8 sebanyak 12 hotel, sektor 9 sebanyak 15 hotel,
sektor 10 sebanyak 2 hotel, dan sektor 11 sebanyak 7 hotel.

2. Layanan transportasi bus shalawat gratis
Sebanyak 9 rute bus shalawat yang akan berkeliling di 7 zona pemondakan jamaah calon haji Indonesia yang berada di lingkaran Kota Mekkah telah siap memberikan layanan transportasi dan mengangkut para jamaah calon haji terutama ke Masjidil Haram.

“Tahun ini untuk mendekatkan jamaah ke Masjidil Haram disiapkan ada 9 rute bus shalawat di 11 sektor dilengkapi dengan 4 terminal kemudian ada 56 halte,” kata Subhan.

Ia menyarankan kepada para jamaah untuk menggunakan fasilitas tersebut dengan baik dan tak perlu khawatir tersesat karena akan selalu ada petugas haji yang siap melayani di setiap rute dan terminal.

Pihaknya menggandeng 6 PO bus tahun ini agar bisa menyediakan transportasi 100 persen bagi seluruh pemondokan.

3. Katering dengan menu kuliner lokal sesuai asal jamaah
Katering jamaah haji 2019 di Arab Saudi akan menghadirkan kuliner lokal dari mulai rendang hingga coto makassar yang disesuaikan dengan zonasi pemondokan para jamaah masing-masing daerah.

Beberapa menu yang akan disajikan untuk jemaah haji akan disajikan berdasarkan siklus yakni tiga kali dalam sepekan.

“Menu zonasi disajikan dalam siklus satu minggu ada tiga kali variasi menu lokal yaitu Selasa, Kamis, dan Sabtu perwilayah,” kata Subhan.

Beberapa contoh menu yang akan disajikan di antaranya untuk jamaah haji asal Sumatera di zona tempat tinggalnya akan ada menu pindang ikan, gulai ayam, dan rendang daging.

Sementara untuk mereka asal Jakarta akan mendapatkan sajian menu semur daging, ayam goreng jakarta, dan ikan bandeng pesmol.

Untuk Solo akan disajikan empal goreng, garang asem, dan ikan kembung panggang kecap. Sedangkan untuk Jatim ada rawon, ayam geprek, dan ikan bandeng presto. Dan akan ada ayam taliwang untuk jamaah haji asal NTB.

4. Konsultasi bimbingan ibadah
Jamaah calon haji dari Indonesia diimbau untuk tidak perlu khawatir jika tidak memahami alur ibadah haji ketika sampai di Tanah Suci karena ada konsultan bimbingan ibadah yang siap melayani jemaah di setiap sektor pemondokan di Kota Mekkah.

Bahkan untuk tahun ini ada penambahan petugas bimbingan ibadah haji yang cukup banyak untuk melayani jemaah sehingga jemaah tak perlu risau.

“Untuk petugas bimbingan ibadah ada tambahan cukup banyak karena memang kebutuhan kan untuk itu cukup besar jadi selain di daerah kerja Mekkah ada konsultan ibadah dan juga petugas ibadah, di sektor pun ada petugas konsultan dan petugas ibadah,” kata Subhan

Jumlah itu kata dia, belum termasuk petugas dan konsultan bimbingan ibadah yang mendampingi kloter-kloter secara langsung.

“Jadi selain nanti para konsultan bimbingan ibadah akan aktif memberikan bimbingan kepada jamaah di hotel-hotel, nanti para konsultan dan bimbingan ibadah akan buka bimbingan di kantor sektor,” katanya.

Ia berharap jamaah tak ragu untuk memanfaatkan layanan yang diberikan secara khusus kepada mereka tersebut.

“Jemaah atau siapa saja, kapan saja bisa melakukan konsultasi kepada mereka,” katanya.

5. Layanan perlindungan keamanan

Di Mekkah sendiri, sebanyak 1.203 petugas haji diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia tahun ini meliputi penugasan di Kantor Daker, sektor 1-11, sektor khusus Masjidil Haram, KKHI, dan 9 rute bus shawalat dan 4 terminal.

Di antara jumlah itu, personel dari TNI/Polri juga diterjunkan sebagai bagian dari petugas haji untuk fungsi pengamanan dan perlindungan jemaah selama di Mekkah.

Tahun ini, dengan adanya penambahan 10.000 kuota haji, Daerah Kerja Mekkah telah melakukan antisipasi sejumlah hal terutama melihat kondisi Kota Mekkah yang padat pada puncak layanan jamaah terutama di Masyair.

6. Layanan kesehatan
Jemaah calon haji Indonesia juga berhak mendapatkan layanan kesehatan dari Pemerintah. Untuk di Mekkah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sudah berdiri di daerah Aziziyah Junubiah dan beroperasi sejak 2017.

Klinik 18 lantai tersebut memiliki kapasitas 300 tempat tidur rawat inap dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pemeriksaan kesehatan seperti laboratorium, apotek, dan ruang rontgen. Klinik juga memiliki fasilitas kamar petugas kesehatan yang dapat menampung sekitar 400 petugas kesehatan haji.

Gedung baru ini disewa guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Baca juga: JCH Sambas dijadwalkan berangkat 17 Juli 2019
Baca juga: 142 calon haji Kapuas Hulu siap berangkat

Pewarta: Hanni Sofia

Editor : Nurul Hayat


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019