Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Pemerintah Kota Singkawang menargetkan penataan kawasan kumuh di Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat akan dimulai pada 2020.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi dari berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan masyarakat, mengingat kawasan kumuh tidak bisa ditentukan oleh Dinas Perkimta sendiri," kata Kepala Dinas Perkimta Singkawang Agus Priyatno di Singkawang, Sabtu.

Berdasarkan SK Wali Kota Singkawang seluas 43 hektare yang ditetapkan sebagai kawasan kumuh di Singkawang.

"Dan itu sudah ditandatangani sejak tahun 2017 lalu," tuturnya.

Namun, dengan segala upaya yang dilakukan Pemkot Singkawang, maka kawasan kumuh dapat diperkecil menjadi 5,41 hektare.

"Upaya-upaya yang dilakukan di antaranya membangun drainase, jalan, dan sanitasi air bersih," katanya.

Untuk di Kelurahan Kuala, Pemkot Singkawang akan menata kawasan tersebut menjadi objek wisata Water Fornt.

"Dengan sudah di bangunnya Water Fornt itu nanti, diharapkan daerah tersebut menjadi objek daya tarik wisata (ODTW) baru di Kota Singkawan, dan dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat, tinggal bagaimana masyarakat setempat mengemasnya nanti," katanya.

Pada kesempatan yang sama, PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Kalbar Ayu Juwita mengharapkan melalui kegiatan itu ada kerja sama  pemkab, OPD terkait, camat, lurah, dan masyarakat.

"Di Kota Singkawang untuk skala kawasannya penataan akan dilakukan kepada daerah Kuala. Dan sekarang sedang dalam proses tender, jika berjalan sesuai dengan harapan maka ditahun 2020 kita akan mengubah kawasan Kuala yang awalnya kumuh menjadi lebih baik lagi dan nantinya akan ada relokasi penataan kawasan-kawasan kumuh yang permukiman penduduknya sudah padat," katanya.

Ke depan, katanya, akan ada terus program penataan kawasan kumuh atau program lainnya, mengingat nol kumuh belum dapat diwujudkan.

"Apakah dengan nama program yang sama atau beda, namun yang pasti tujuannya akan tetap sama yaitu menuntaskan kumuh, sehingga semua tertata dengan rapi, tidak ada sampah, air minum yang dikonsumsi masyarakat baik, layak kehidupannya, serta tempat tinggalnya juga baik,"  katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Teguh Imam Wibowo


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2019