Selama sembilan bulan menjalankan tugas operasi di perbatasan Indonesia - Malaysia, Yonif 133/Yudha Sakti, salah satu tugas TNI perbatasan itu menjaga 29 pos yang terbentang di tiga kabupaten wilayah Timur Provinsi Kalimantan Barat.

" Ada 29 pos yang terbentang di perbatasan RI - Malaysia di sepanjang 259 kilometer di tiga kabupaten yaitu, Kapuas Hulu, Sintang dan Sanggau," kata Dansatgas Pamtas Yonif, Letkol Inf Hendra Cipta, kepada ANTARA, di Badau, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat.

Disampaikan Hendra, untuk menjalankan tugas pokok pengamanan perbatasan tersebut pihaknya juga rutin melaksanakan patroli di sepanjang garis di daerah perbatasan tersebut.
 
Portal di jalur tidak resmi di batas Indonesia - Malaysia, Kecamatan Badau, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Foto ANTARA/Timotius)


Menurut dia, tidak hanya menjaga patok batas untuk kedaulatan NKRI, namun dalam tugas operasi itu juga melakukan pengawasan ketat yang dianggap sebagai ancaman yang perlu diwaspadai diantaranya penyeludupan barang ilegal, narkoba dan miras, ilegal loging, kepemilikan senjata api rakitan, serta pengawasan Tenaga kerja ilegal terutama di jalur - jalur tidak resmi (jalan tikus).

" Yang kami awasi dan tercatat itu ada 34 jalan tikus itu bervariasi di Badau dan Puring Kencana wilayah Kapuas Hulu, Ketungau Hulu Sintang dan Sekayam Sanggau," kata Hendra.

Diakui Hendra, selama bertugas selama sembilan bulan sangat rawan masuknya narkoba dari luar, hanya saja pihaknya selama ini belum menemukan secara langsung penyeludupan narkoba.

" Meski pun kami awasi jalan tikus, namun bisa saja pihak - pihak tertentu membuat jalan baru, karena memang di perkebunan sawit antara Indonesia dan Malaysia tidak ada pembatas, sehingga sangat rawan terjadinya penyeludupan narkoba," jelas Hendra.

Pewarta: Teofilusianto Timotiusius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2020