Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat menyiagakan petugas kesehatan selama 24 jam dalam antisipasi lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron di kota itu.

"Kami saat ini sudah menyiagakan petugas kesehatan selama 24 jam untuk memonitor warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 baik yang bergejala maupun tanpa gejala," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Jumat.

Baca juga: Kodim Putussibau cegah varian baru Omicron dengan vaksinasi booster

Dia menjelaskan, dalam hal tersebut, sebenarnya kuncinya adalah penerapan protokol kesehatan, yang ketat oleh masyarakat, yakni selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan jaga jarak aman.

"Untuk yang bergejala kita sudah menyiapkan sarana kesehatan berupa ruang isolasi, obat-obatan, dan tracing terhadap lingkungan sekitarnya sehingga sebaran virusnya tidak meluas," ungkap Edi.

Baca juga: Perayaan Cap Go Meh tahun 2022 di Pontianak ditiadakan

Dia menambahkan, pihaknya dalam hal ini terus akan berusaha menekan angka kasus karena dikhawatirkan puncaknya terjadi di bulan Februari ini.

"Untuk kebijakan khusus saya rasa kita sudah berpengalaman, seperti varian Delta yang lalu, jadi sekarang kita lebih memperketat dan menggiatkan petugas Satgas COVID-19 untuk monitoring di lapangan," ujarnya.

Sementara untuk tingkat hunian rumah sakit saat ini masih rendah karena belum ada pasien COVID-19 yang dirawat.

Baca juga: Wagub DKI sebut pasien Omicron yang meninggal sebelumnya sudah divaksin lengkap

Selain itu, menurut dia, upaya yang dilakukan Pemkot Pontianak, yakni dengan terus secara gencar melaksanakan vaksinasi COVID-19, yang kini capaiannya sudah di atas 80 persen dari 400 ribuan penduduk Kota Pontianak.

Serta melakukan vaksinasi bagi anak usia enam tahun hingga 11 tahun yang kini capaiannya sudah sekitar 13 persen dari sekitar 65 ribuan anak yang ditargetkan diberikan vaksinasi COVID-19 di Kota Pontianak, kata Edi.

Baca juga: Pemerintah Arab sumbangkan 500 ribu dosis vaksin Sinopharm ke Malaysia
Baca juga: Dua pasien positif Omicron meninggal dunia di Indonesia
Baca juga: Wabup KKU dorong percepatan cakupan vaksinasi anak usia 6- 11 tahun

 

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022