Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Barat, Agus Priyadi mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pontianak dalam menjaga harga sembako atau kebutuhan pokok yang tetap stabil saat Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri tahun 2022.

"Hari ini kami koordinasi dengan Pak Wali Kota Pontianak berkenaan dengan situasi terkini di Pontianak, terutama tentang harga barang dan keamanan, selain itu juga membahas kelangkaan minyak dan operasional kapal feri penyeberangan,” kata Agus Priyadi di Pontianak, Rabu.

Sejauh ini pihaknya belum mendengar adanya pengaduan dari masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng. Dikatakannya, kelangkaan yang ada sekarang tidak lain karena kepanikan di tengah masyarakat.

“Apalagi kebijakan minyak goreng sifatnya terpusat ya, kita bersyukur bisa dibantu PT Wilmar. Saya pikir koordinasi Pemkot Pontianak sudah sangat baik dalam menangani ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan pihaknya selalu terbuka untuk menerima saran dari Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalbar. Pada kesempatan itu, lanjutnya, beberapa saran yang disampaikan seperti soal keamanan di Kota Pontianak misalnya terkait hilangnya meteran air, listrik serta Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Tinggal bagaimana kita merapikan di bidang kesehatan dan infrastruktur,” ujarnya.

Terkait masalah transportasi air, Edi juga menjelaskan tentang operasi penyeberangan kapal feri yang akan kembali melayani 18 April 2022 mendatang. Dia menambahkan, perbaikan kapal feri yang sempat berhenti beroperasi itu sudah hampir selesai.

“Tanggal 18 akan operasional, karena perbaikannya baru selesai,” ungkapnya.

Berikutnya, persoalan lain yang dibahas pada pertemuan itu juga tentang perkembangan COVID-19 di Kota Pontianak yang telah menurun drastis.

“Memang menurun drastis, tapi bukan berarti tidak ada. Untuk CT-nya juga tinggi. Namun secara umum sudah melandai dan tidak begitu menularkan,” katanya.

Pewarta: Andilala

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022