Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung saat kegiatan pembukaan Semarak Pariwisata, UMKM dan Keuangan (Saprahan Khatulistiwa) 2022 menilai saat ini keberpihakan pada produk dalam negeri sangat penting sebagai upaya mendukung UMKM nasional.

"Perlu menjadi perhatian kita semua bahwa afirmasi keberpihakan pada produk-produk dalam negeri termasuk UMKM dan wisata dalam negeri ini sangat penting. Perlu kita maksimalkan penyediaan dan penggunaan ikatan UMKM dalam mendukung proses pengadaan, kemudian kita tingkatkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas," ujarnya di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin.

Baca juga: Bank Indonesia Kalbar dorong pemda manfaatkan transaksi digital
Baca juga: 175.126 pedagang di Kalbar manfaatkan QRIS per April 2022
Baca juga: Transfer BI-Fast di Bank Mandiri tembus 35 juta transaksi

Ia menambahkan untuk keberpihakan terhadap produk dalam negeri, sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan juga harus terus didorong. Kemudian para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM unggulan di masing-masing daerah untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar serta meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang dapat menarik pasar baik di dalam negeri maupun luar.

"Kami di Bank Indonesia bersama 46 kantor perwakilan dalam negeri di seluruh Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah di dalam menyukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia karena bangga berwisata di Indonesia," jelas Juda Agung.

Ia menjelaskan, digitalisasi semakin berkembang. Oleh sebab itu dunia ekonomi kreatif UMKM tersebut juga harus mengikuti baik dalam konteks pemasaran produknya melalui e-commerce baik di domestik maupun global dengan menggunakan digitalisasi pemasaran secara digitalisasi.

Baca juga: Penukaran uang pecahan kecil BI Kalbar hadir di Mujahidin Pontianak
Baca juga: BI Kalbar mengenalkan cinta rupiah dengan dongeng di ponpes
Baca juga: BI Kalbar perkuat keuntungan digital di pasar rakyat melalui SIAP QRIS

"Alhamdulillah kita terus dorong pembayaran secara digital dengan menggunakan QRIS di seluruh Indonesia. Saat ini pengguna QRIS sudah di atas 20 juta merchant termasuk di daerah-daerah wisata dan di pasar-pasar tradisional. Penggunaan QRIS terus didorong," ujarnya.

Ia mengapresiasi BI Kalbar bersinergi dengan pemerintah daerah yang saat ini terus mempromosikan produk UMKM dan wisata. Menurutnya hal itu harus terus berjalan dan diperkuat.

"Kembali, sinergi dan kolaborasi yang berjalan dengan baik antara pemerintah daerah baik di tingkatan provinsi maupun di kota atau kabupaten bersama BI terus dimaksimalkan dalam momentum pemulihan sektor pariwisata dan UMKM di Kalbar," jelas Juda.

Baca juga: Gema Ekonomi Syariah Kalbar hadir di Gaia Mall kenalkan produk UMKM
Baca juga: BI Kalbar dukung pemda kembangkan ekonomi hijau
Baca juga: BI Kalbar dorong UMKM urus sertifikasi halal sasar belanja Pemda di e-Katalog
Baca juga: BI luncurkan 1001 QRIS di masjid dan pondok pesantren

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022