Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad mengajak  semua pihak untuk bergerak bersama  mengendalikan inflasi pangan dari dampak ekonomi global.

"Dampak dari kenaikan inflasi pangan sangat  krusial bagi perekonomian masyarakat, sosial, politik dan keamanan, untuk itu pemerintah daerah harus bersinergi dan berkoordinasi secara baik dengan berbagai pihak  guna mencegah dan menjaga agar tidak terjadi inflasi atau kenaikan harga sembako khususnya di daerah Kayong Utara," kata  Effendi Ahmad  saat menghadiri acara  Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Kalimantan Barat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Senin (19/9).

Dijelaskannya,  ada beberapa langkah yang harus  dilakukan untuk mencegah inflasi   yaitu dengan melakukan sosialisasi, operasi pasar, menjaga ketersediaan stok pangan serta menjaga kelancaran distribusi.

"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk pengendalian inflasi dari dampak ekonomi global agar harga pangan di daerah kita dapat dikendalikan," kata dia.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji  serta diikuti oleh seluruh Kepala Daerah se-Kalimantan Barat.

Saat ini harga kebutuhan pokok di Kayong Utara relatif stabil walaupun ada kenaikan namun masih dapat terkendali. Harga cabai kering Rp95.000/kilogram, sedangkan  cabai kering Rp100.000/Kg, bawang putih Rp22.000/Kg, bawang merah Rp37.000/Kg dan harga beras Rp13.000 per kilogram.



 

Pewarta: Rizal Komarudin

Editor : Evi Ratnawati


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022