Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan menyebutkan penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe berjalan lancar berkat sinergi kuat Polri, TNI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami melihat Polri, TNI dan KPK dalam membantu penegakan hukum patut diacungi jempol," kata pemerhati kepolisian ini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan KPK telah melakukan penegakan hukum yang tegas setelah mengamati gerak gerik Lukas Enembe selama empat bulan terakhir.

Dia mengatakan KPK sudah bertindak sesuai prosedur setelah berbagai tahapan proses sebelumnya telah dilakukan.

Baca juga: Lukas Enembe diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat carter

Edi Hasibuan juga mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang terus mendukung KPK sehingga Lukas Enembe bisa dibawa ke Jakarta dengan aman.

"Situasi keamanan Papua juga pada penangkapan kemarin secara umum terjaga dengan kondusif," katanya menegaskan.

Menurut akademisi dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini, walaupun Lukas Enembe sudah ditangkap, seluruh jajaran Polri tetap harus meningkatkan kewaspadaan di berbagai wilayah untuk menjaga keamanan tetap kondusif.

Edi juga mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga keamanan dan menghormati proses hukum yang berjalan.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura diamankan KPK

"Kita minta Polri siaga. Tingkatkan kewaspadaan baik itu di Papua dan juga tempat lainnya di Indonesia," katanya.

KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua.

Pada Selasa (10/1) , KPK menangkap Lukas Enembe di Jayapura lalu membawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum.

Saat ini Enembe sedang menjalani perawatan di RSPAD Jakarta.
 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu malam (14/12).

"Benar, tadi malam KPK lakukan tindakan tangkap tangan terhadap beberapa pihak di Surabaya, Jatim," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

KPK belum menjelaskan lebih lanjut terkait siapa pihak-pihak tersebut maupun terkait kasus apa. Ali mengatakan saat ini tim KPK masih mengumpulkan bahan keterangan dari para pihak tersebut.

"Setelahnya, pasti kami sampaikan lengkap hasil kegiatan tersebut sebagai bagian keterbukaan informasi KPK kepada masyarakat," tambah Ali. Baca selengkapnya: KPK telah melakukan OTT di Surabaya

Pewarta: Santoso

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023