Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat meminta masyarakat setempat untuk tetap waspada terhadap demam berdarah dengue (DBD) sebab daerah tersebut sudah 107 warga yang terjangkit penyakit tersebut.

"Kasus DBD masih meningkat diharapkan masyarakat tetap waspada terhadap sebaran DBD dengan turut serta memberantas sarang nyamuk," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Kastono, kepada ANTARA, di Putussibau Kapuas Hulu, Jumat.

Disampaikan Kastono, jika dibandingkan bulan lalu jumlah kasus DBD di Kapuas Hulu ada 85 kasus, sedangkan per 1 September 2023 jumlahnya menjadi 107 kasus yang tersebar di 15 kecamatan.

Adapun rincian kasus DBD tersebut yaitu di Kecamatan Seberuang sebanyak 25 kasus, Putussibau Selatan 17 kasus, Bunut Hulu 10 kasus, Putussibau Utara sebanyak 12 kasus, Semitau sembilan kasus, Empanang enam kasus, Batang Lupar enam kasus, Embaloh Hulu lima kasus, Pengkadan empat kasus, Hulu Gurung empat kasus, Boyan Tanjung tiga kasus, Kalis tiga kasus, Silat Hilir tiga kasus dan Kecamatan Badau satu kasus.

Kastono mengatakan, beberapa langkah telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan hingga petugas kesehatan di masing-masing puskesmas, baik penanganan terhadap warga yang terserang DBD hingga upaya pencegahan sebaran penyakit DBD tersebut.

Menurut dia, upaya pencegahan salah satunya melakukan pengasapan atau fogging untuk memberantas sarang nyamuk.

Selain itu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan masing-masing serta turut serta memberantas sarang nyamuk dan jentik-jentik nyamuk yang berpotensi menyebabkan terjadinya DBD.

"Sejumlah warga yang terserang DBD berhasil di tangani secara medis dan tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan segera membawa diri dan keluarga apabila terjadi demam panas tinggi yang tidak kunjung turun, sebab itu terindikasi penyakit DBD.

Dia juga mengajak masyarakat untuk membiasakan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan mencegah sebaran DBD dengan pola 3M plus yaitu menguras, menutup dan mengubur serta menabur bubuk larvasida (abate), obat anti nyamuk dan memakai kelambu saat tidur.

"Perhatikan sejumlah genangan air ataupun tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan jangan anggap sepele penyakit DBD, karena perlu mendapatkan penanganan medis secara cepat," kata Kastono.

 

Pewarta: Teofilusianto Timotius

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2023