China meluncurkan pesawat antariksa berawak Shenzhou-23 pada Minggu (25/5) malam, dengan target agar salah satu astronot tidak lagi menjalankan misi enam bulan seperti biasa melainkan satu tahun penuh, di tengah berlanjutnya persaingan dengan Amerika Serikat.

Roket Long March 2F yang membawa tiga astronot dalam pesawat tersebut lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Provinsi Gansu, China barat laut.

Misi Shenzhou-23 juga mencatat keikutsertaan warga Hong Kong pertama dalam misi antariksa nasional China. Lai Ka-ying, seorang spesialis muatan, menjadi perempuan keempat China yang pergi ke luar angkasa.

Menurut otoritas Hong Kong, Lai merupakan seorang kepala polisi di kepolisian wilayah semi-otonom tersebut serta ahli forensik komputer.

Media pemerintah China, Sabtu (23/5) melaporkan bahwa kru akan menjalankan lebih dari 100 proyek penelitian ilmiah dan eksperimen aplikasi di berbagai bidang, termasuk ilmu hayati, kedokteran kedirgantaraan, dan teknologi dirgantara baru.

Sebagai bagian dari peningkatan kemampuan antariksa China dan komitmennya terhadap keberadaan manusia jangka panjang di luar angkasa, salah satu dari tiga anggota kru diperkirakan akan menjalani eksperimen tinggal di orbit selama satu tahun di stasiun luar angkasa Tiangong.

Sejak penyelesaian pembangunan stasiun luar angkasa tersebut pada 2022, para kru dalam misi sebelumnya hanya menjalani masa tugas selama enam bulan.

Peluncuran Shenzhou-23 berlangsung ketika China dan Amerika Serikat sama-sama menargetkan pendaratan astronot di Bulan dalam beberapa tahun mendatang.

Pada April lalu, misi Artemis II milik NASA menandai penerbangan berawak mengelilingi Bulan pertama dalam lebih dari lima dekade setelah melakukan perjalanan manusia terjauh dari Bumi dalam sejarah.

Badan Antariksa Berawak China menargetkan pendaratan manusia pertama di Bulan pada 2030, sementara NASA berupaya membangun kehadiran manusia permanen di dan sekitar Bulan dalam dekade mendatang.

Bulan lalu, China juga mengumumkan bahwa dua astronot Pakistan telah dipilih untuk menjalani pelatihan bagi misi ke stasiun luar angkasa Tiangong pada akhir tahun ini.

Menurut media pemerintah, setelah menyelesaikan seluruh pelatihan dan evaluasi, salah satu dari mereka akan menjadi astronot asing pertama yang bertugas di stasiun luar angkasa China.

Sumber: Kyodo-OANA



 

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2026