"Kami menggunakan data yang berasal dari seluruh TPS di Kalbar, yang sudah diplenokan di tingkat desa dan kelurahan," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kalbar, Agustinus Alibata saat dihubungi di Pontianak, Minggu.
Menurut dia, PDI Perjuangan menempatkan dua saksi di tiap TPS. Para saksi itu melapor ke DPD PDI Perjuangan sehingga data yang dilaporkan bersifat "real time".
Berdasarkan laporan itu, pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan sejumlah partai , Cornelis - Christiandy Sanjaya, mendapat 52,28 persen dari 68 persen suara sah yang masuk.
"Kami unggul di 11 kabupaten dan kota," katanya menegaskan. Pasangan 'incumbent' tersebut hanya kalah di Kabupaten Sambas, Kayong Utara dan Kota Pontianak.
Namun, lanjut dia, di tiga daerah itu, mereka berada di posisi kedua.
"Secara keseluruhan, kita tetap unggul," katanya.
Mengenai perbedaan data dengan tim lain, ia menegaskan tidak mau terjebak dalam kondisi itu.
"Kita tidak ingin terlibat dalam polemik itu," ujar dia menegaskan.
Ia juga ingin agar data yang dimiliki oleh tim lain disajikan secara transparan. "Jangan data di TPS mereka yang menang saja, karena itu tidak menyeluruh," ujar Agustinus.
(T011)
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.