Sintang (Antara Kalbar) – Sebagai besar masyarakat di Kota Sintang tampaknya acuh tak acuh dengan peringatan HUT Kemerdekaan ke-68 Republik Indonesia. Hingga lepas tanggal 17 Agustus, sebagian besar masyarakat di Sintang tidak mengibarkan Bendera Merah Putih di halaman rumah atau rukonya.
Kondisi ini membuat Bupati Sintang, Milton Crosby marah, karena sepanjang jalan di Kota Sintang, banyak ruko yang tidak mengibarkan bendera Merah Putih. “Mereka ini mau berusaha, mau uang di sini, tapi tidak berterima kasih dengan Republik ini, dengan para pendiri bangsa. Masak bendera dengan tiang saja tidak mampu beli,†ujarnya, Senin.
Dia mengancam jika tahun depan para pemilik ruko tidak juga memasang bendera pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI maka Pemkab Sintang akan mencabut ijin usahanya tersebut. “Ke depan saya juga akan minta saat mengurus ijin-ijin ruko harus membuat pernyataan akan memasang bendera pada peringatan kemerdekaan,†tegasnya.
Milton mengatakan tampaknya Pemkab Sintang harus keras dalam hal ini. “Saya memang belum memakai tangan besi. Tidakkah malu kita sudah menikmati 68 tahun Indonesia merdeka tapi tidak berterima kasih. Kita ini keringatpun tidak keluar. Coba bayangkan para pahlawan kita dulu, mereka harus berjuang mengorbankan jawa, harta dan keluarganya hanya untuk Indonesia merdeka. Kok anak cucunya tidak berterima kasih. Itu sama dengan penghianat kan,†tandasnya.
Milton pun menegaskan harus disadarai bersama, bahwa memaknai kemerdekaan itu dengan terus mengobarkan semangat patriotisme. Semangat patriotisme ialah semangat cinta tanah air. Walaupun kita dalam situasi sulit.
“Sesulit-sulitnya kita lebih sulit saat zaman penjajahan dulu. Tapi para pahlawan berjuang tanpa pamrih. Mereka rela berkorban. Semangat inilah yang harus ditanamkan,†tegasnya.
Bupati menyatakan sebenarnya Pemkab tidak perlu lagi berkoar-koar mengenai pemasangan bendera ini. Apalagi sebagian masyarakat Sintang sudah S1. “Mudah-mudahan tidak ada rumah pejabat yang tidak pasang bendera. Tapi saya tidak tahu itu,†ujarnya.
Sementara itu, dari pantauan Kapuas Post, ada rumah salah seorang anggota DPRD Kabupaten Sintang dari dapil Sintang yang tidak memasang bendera selama peringatan kemerdekaan RI.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, YAT Lukman Riberu juga mengaku sedih dengan peringatan 17 Agustus tahun ini. Sebab pada upacara peringatan 17 Agustus kemarin, sejumlah perguruan tinggi di Sintang tidak mengerahkan mahasiswanya untuk mengikuti upacara. “Ironis sekali yang ikut upacara hanya dari STKIP Sintang dan Unka saja. Padahal di Sintang ada banyak perguruan tinggi,†ungkapnya.
