Ngabang (Antara Kalbar) -  Air leding yang dikelola Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kabupaten Landak sementara ini tidak layak untuk dikonsumsi bagi masyarakat. Alasannya, sumber air baku masih belum terjamin higinitasnya, salah satunya dari sungai Landak yang sudah tercemar limbah pertambangan emas.

“Sementara ini air yang kami kelola hanya standar untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus atau MCK. Jadi memang belum layak dikonsumsi sebagai air minum,” ujar Direktur PDAM Tirta Landak Gusti Muhardi di Ngabang, Selasa.

PDAM Tirta Landak juga secara bertahap mengembangkan layanan dengan memanfaatkan jaringan pipa yang sudah ada agar tidak mubazir. Seperti akan mengaktifkan daerah jalur II Ngabang dan sebagian Dusun Tungkul.

"Sementara akan kita aktifkan pipa yang sudah tertanam di kawasan jalur dua. Sebagian Tungkul, nanti baru geser di Pal 2," kata Direktur PDAM Tirta Landak Gusti Muhardi di Ngabang.

Ia mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan pipa yang sudah ada tapi belum termanfaatkan. Karena pipa lama sudah ada di beberapa titik yang putus dibenahi. Karena itu diupayakan barang yang ada tidak sampai mubazir.

"Sementara ini memang perlu waktu dan perlu menguji tekanan  sampai sejauh mana air mengalir. Sementara  suplai air baku di Ngabang yang punya potensi sungai Landak, bila kemarau panjang debit masih bagus," kata Muhardi.

Ia menjelaskan, ada beberapa aspek untuk masalah air agar bisa diolah PDAM, dia ntaranya kualitas, kuantitas kontinyunitas, dan aksesibilitas. Sungai Landak punya kualitas kurang bagus karena lumpur dan  keruh, namun untuk kontinyunitas mencukupi satu bulan dan aksesibilitas jangkauan cukup dekat.

"Hanya yang kurang memadai sementara ini, air PDAM belum bisa untuk kebutuhan konsumsi, tapi untuk MCK," kata Muhardi.

Ia mengatakan, untuk pengembangan akan memanfaatkan instalasi pengelolaan (IPA) di Jalan Mungguk, dengan suplai air baku dari sungai Seteguh dengan jarak 14 km.

"Kalau kualitas air baku sedang, kuantitas kontinyu, namun aksesibilitas jauh, maka pemeliharaan sarana akan berat," kata Muhardi.

Ia menegaskan, sumber air baku yang digunakan PDAM Tirta Landak saat ini ada tiga titik meliputi sungai Landak, sungai Merasak dan rencana sungai Seteguh.

Pewarta: Kundori
Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026