Pontianak (Antara Kalbar) - Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Barat, Daniel Johan, mengritik Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait masih maraknya kabut asap dan kebakaran lahan.
"Dalam rapat kerja bersama, saya sudah wanti-wanti agar asap yang selalu terjadi di Kalbar, tidak lagi terjadi," kata Daniel Johan saat dihubungi di Pontianak, Kamis.
Terlebih lagi, lanjut dia, anggaran penanganan asap meningkat Rp200 miliar. "Jadi,
Menteri seharusnya punya target kinerja, bagaimana pengurangan kebakaran hutan, asap dan titik api. Dan ini akan saya tagih pada raker berikutnya," kata politisi PKB itu.
Daniel mengaku langsung menelepon Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, agar segera bertindak. "Lakukan water booming dan hujan buatan," ujar Daniel Johan.
Ia bersyukur ibu Menhut langsung merespon permintaan tersebut dengan mengirim satu unit pesawat TMC, satu unit helikopter dan satu unit CAMOF untuk melakukan water booming.
Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, Sutikno mengatakan, berdasarkan pengamatan sampai kemarin (1/9), jumlah titik api yang ada di sejumlah daerah di Kalbar terus bertambah, mencapai 478 titik.
"Untuk jumlah titik api di Kalbar sampai kemarin jumlahnya mencapai 478, itu berdasarkan pantauan satelit Modis, sementara dari pantauan satelit NOAH, jumlahnya hanya 185 titik," kata Sutikno di Sungai Raya, Rabu.
Untuk hari ini, kata dia, jumlahnya masih belum tahu, karena baru bisa didata sampai sore nanti.
Dia menjelaskan, dari jumlah titik api terbanyak berada di daerah Kabupaten Ketapang, Melawi, Sintang, Kayong Utara dan sebagaian daerah Kubu Raya.
Daniel Kritik Menteri LHK Terkait Kabut Asap
Kamis, 3 September 2015 23:10 WIB

Daniel Johan (Ist)