Kepala Puskesmas Telaga Arum, Kecamatan Seponti, Trisno, Kamis membenarkan, pihaknya beberapa waktu lalu menerima pasien bayi yang mengalami luka sangat serius akibat digigit di kepala bagian belakang hingga terlihat tulang tengkoraknya, dan satu gigitan lagi di bagian punggung.
"Kami terima sudah dalam kondisi luka menganga akibat digigit. Karena keterbatasan tenaga dan peralatan, kami hanya mampu membersihkan luka dan menutupnya dengan perban yang selanjutnya pasien dirujuk ke Rumah Sakit Agoes Djam di Ketapang (Kabupaten Ketapang, red)," kata Trisno saat dihubungi.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Seponti, Iptu Husen Jaelani membenarkan adanya bayi yang menjadi korban gigitan pamannya di wilayah hukumnya. Namun Kapolsek enggan berkomentar lebih banyak karena kasus tersebut telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Ketapang.
Seorang sumber yang enggan disebut namanya menyatakan bayi berinisial KW, putri dari pasangan Purwanto-Ariani lahir pada Rabu (9/3) lalu bertepatan dengan peristiwa gerhana matahari total. Namun pada hari ketiga sejak kelahirannya, bayi tersebut menjadi korban gigitan pamannya. Ia digigit di dua tempat yakni bagian kepada dan punggung, sehingga menimbulkan luka cukup serius.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (11/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Sang paman atau pelaku meminta kepada ibu bayi untuk bisa menggendong keponakannya itu. Namun saat membalikkan tubuh bayi, pelaku menggigitnya.
Kedua orang tua bayi langsung menyelamatkan anaknya dan membawanya ke puskesmas terdekat, yakni Puskesmas Telaga Arum.
Pewarta: Doel Wibowo dan Nurul HayatEditor : Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026