"Hal ini seharusnya berlaku untuk semua jenis armada laut yang membawa muatan penumpang. Ini sangat diperlukan, agar ketika terjadi kecelakaan, bisa mendapatkan data yang jelas mengenai muatan penumpang dan akan memudahkan dalam pencariannya," kata Hasan di Pontianak, Kamis.
Dia menegaskan, hal tersebut penting mengingat sering kali terjadi kecelakaan angkutan laut belakangan ini, seperti yang terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu baru-baru ini yang mengakibatkan 12 orang penumpang meninggal, akibat kapal di duga sarat penumpang.
Baca juga: 12 hilang saat kapal karam di Semitau
"Kami akui, dari Dishub Kalbar mengalami kesulitan untuk menjangkau armada air di daerah jauh, karena keterbatasan personil dan luas wilayah Kalbar. Namun, kita tetap berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten/Kota untuk pengawasan aktivitas angkutan perairan," ujarnya.
Ia mengatakan, sejauh ini, Dishub Kalbar hanya bisa memantau lalu lintas air di Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah. Untuk daerah lainnya, biasanya mereka akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait di daerah, terlebih saat momen tertentu seperti menjelang hari besar keagamaan atau libur sekolah.
"Kami terus mengimbau kepada pemilik akomodasi perairan untuk melengkapi perlengkapan keselamatan, seperti pelampung badan, dan perlengkapan lainnya. Kedepan, kami mengharapkan kepada operator angkutan sungai, walaupun berlayar pada lintasan pendek, aspek keselamatan dan teknis harus diutamakan dan menjadi perhatian," katanya.
Dia mengatakan pihaknya akan terus mendorong dinas terkait di kabupaten/kota untuk terus memberikan penagwasan dan tndakan tegas kepada operator angkutan perairan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca juga: Satu orang tewas diduga keracunan zat kimia di Semitau
Sebelumnya terjadi kecelakaan pada angkutan sungai di Kecamatan Semitau, Kabuaten Kapuas Hulu yang mengakibat 12 penumpang meninggal dunia.
"Peristiwa itu terjadi pukul 20.00 WIB, Sabtu malam (19/1) di Sungai Kapuas," kata Kapolres Kapuas Hulu, melalui Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Siko, kepada Antara di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Dia mengatakan pada Sabtu (19/1) pukul 20.00 WIB, kapal motor penyeberangan itu dikemudikan Gunawan dengan membawa penumpang sekitar 24 orang dan kendaraan bermotor sebanyak sembilan unit.
Saat kapal motor tersebut hendak menyeberang ke dermaga, namun tiba-tiba mengalami kecelakaan karam, diduga kelebihan muatan.
Pewarta: Rendra OxtoraUploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.