Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Maroko, Yuyu Sutisna, bertekad memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, terutama dalam sektor perdagangan dan pendidikan.
Yuyu dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (24/3).
"Sejak zaman Pak Jokowi, kemudian Pak Mensesneg Pak Pratikno, saya diberitahu untuk mendapat penugasan baru ke Maroko," kata Yuyu kepada ANTARA, Senin malam.
Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu menegaskan akan fokus membina hubungan baik antara Indonesia dan Maroko, dengan menitikberatkan peningkatan bilateral dalam sektor perdagangan.
"Kita tahu Maroko sekarang menjadi pintu perdagangan untuk Afrika Utara, Afrika Barat, dan juga ke Eropa Selatan. Mungkin itu yang akan saya tingkatkan," kata Yuyu.
Yuyu juga menyoroti kerja sama dalam bidang pendidikan, khususnya program beasiswa bagi pelajar Indonesia.
"Banyak kerja sama untuk beasiswa para pelajar. Saya sendiri juga terlibat dalam impor fosfat dari sana, jadi banyak yang harus kita kerjakan, termasuk moderasi agama," kata Yuyu.
Mengenai perjanjian dagang Preferential Trade Agreement (PTA) antara Indonesia dan Maroko yang telah berlaku sejak 2022, Yuyu menilai ada potensi besar untuk meningkatkan ekspor.
"Yang jelas sekarang nomor satu sawit, kemudian kendaraan. Nanti mungkin saya akan inventarisasi lebih detail, mana yang harus kita tingkatkan. Yang jelas dari tahun ke tahun meningkat terus," kata dia.
Sebagai seorang mantan petinggi pada Korps Angkatan Udara, Yuyu juga melihat pengalaman militernya bermanfaat bagi tugas barunya.
"Banyak yang bisa kita manfaatkan. Nanti kita inventarisasi dulu, pelajari permasalahan, kemudian apa yang harus kita tingkatkan. Yang jelas kita harus memberikan keuntungan sebesar-besarnya untuk negara kita," katanya.
Penugasan Yuyu Sutisna diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Maroko, serta membuka peluang kerja sama lebih luas dalam berbagai sektor strategis.