Singkawang (ANTARA) - Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael menutup pendidikan dasar militer dan pelatihan manajerial serta penetapan Komcad SPPI Batch-3 Tahun 2025 di Lapangan Bhineka Tunggal Ika Dodik Bela Negara Rindam XII/Tpr Kota Singkawang, Sabtu, (12/7).
Pendidikan Dasar Militer dan Pelatihan Manajerial SPPI Batch-3 ini diikuti sebanyak 609 orang yang telah melaksanakan pendidikan selama tiga bulan.
Pangdam menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh peserta SPPI Batch-3 yang telah menunjukkan semangat, kedisiplinan, dan daya juang selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.
"Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pelatih, instruktur, tenaga pendidik, serta satuan lembaga pendidikan dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri dan Unhan RI yang telah bekerja keras menyukseskan program ini," kata Pangdam.
Dia menegaskan, bahwa program SPPI bukanlah program biasa. lni adalah kebijakan langsung dari Bapak Presiden RI sebagai langkah besar dalam reformasi kelembagaan pertahanan.
Dengan demikian, secara mendalam program SPPI menjadi komitmen Kemhan, Unhan RI dan lembaga terkait dalam meningkatkan SDM di bidang pertahanan, pemenuhan gizi, pembangunan nasional guna menyiapkan SDM unggul menyongsong Indonesia emas.
Setelah kegiatan penutupan dasar militer dan pelatihan manajerial ini, para peserta akan masuk ke gerbang pengabdian yang lebih besar yakni menjadi anggota komponen cadangan (Komcad).
"Kehadiran saudara tidak hanya menambah kekuatan cadangan Nasional, tetapi juga memperkuat sistem pertahanan negara," ujarnya.
Komponen cadangan SPPI adalah wajah masa depan pertahanan Indonesia, karena saudara sekalian yang tidak hanya cakap secara fisik, tapi juga memiliki kemampuan akademik, teknologi, dan kepemimpinan manajerial yang dibutuhkan di era peperangan modern saat ini.
