Istanbul (ANTARA) - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo menerima audiensi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Selasa. Audiensi ini terkait kegiatan Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan (SLCN) Ketapang 2025.
"Pemkab Ketapang sangat mendukung program SLCN yang merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk membekali para nelayan dengan pengetahuan cuaca. Serta informasi zona tangkap ikan yang diperbarui setiap hari," ungkap Bupati usai audensi.
Bupati menjelaskan, program SLCN dirancang untuk menjawab tantangan utama nelayan. Di antaranya terkait perubahan cuaca ekstrem, keselamatan pelayaran dan efisiensi penangkapan ikan.
"Melalui program ini, nelayan akan dibekali dengan pemahaman praktis tentang cuaca laut dan arah angin. Serta data potensi tangkapan melalui peta harian yang langsung dapat diakses dan digunakan dalam kegiatan melaut," jelas Bupati.
Bupati menambahkan, selain membahas teknis pelaksanaan SLCN, pertemuan ini juga membahas perlunya infrastruktur pendukung seperti terminal maritim dan pusat informasi terpadu. Pemerintah saat ini sedang dalam tahap identifikasi lahan dan penyusunan rencana penganggaran untuk pembangunan terminal baru yang akan mendukung operasionalisasi program.
Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, termasuk dengan badan usaha milik Negara (BUMN) dan unit pelaksana teknis daerah (UPTD). Saat ini, Kalimantan Barat memiliki delapan UPTD yang fokus pada sektor pertanian dan kemaritiman, dengan sebagian besar beroperasi dari bandara dan pelabuhan strategis.
"Diharapkan, SLCN dapat menjadi model nasional dalam edukasi cuaca berbasis komunitas nelayan. Serta memperkuat sinergi antara pemerintah, nelayan dan penyedia data kelautan. Dengan kolaborasi yang kuat, nelayan Indonesia bisa lebih aman, cerdas dan sejahtera di tengah laut," harap Bupati.
