Pontianak (ANTARA) - Dalam upaya meredam ketegangan akibat aksi unjuk rasa, Bupati Kayong Utara, Kalimantan Barat, Romi Wijaya, bersama Wakil Bupati Amru Chanwari dan Ketua DPRD Surya Aditya, turun langsung menemui mahasiswa di Asrama Mahasiswa Kayong Utara, Pontianak, Sabtu.
Pertemuan ini menjadi momen langka, di mana pimpinan daerah duduk sejajar dengan mahasiswa, menghapus sekat protokoler, dan menciptakan forum dialog yang hangat dan bersahabat. Mahasiswa dengan bebas menyampaikan aspirasi, kritik, dan harapan mereka, sementara pimpinan daerah mencatat setiap masukan secara seksama.
Menurutnya, hak menyampaikan aspirasi harus dihormati, tetapi tetap perlu waspada terhadap provokasi yang bisa merugikan masyarakat dan daerah.
“Kami menghargai aspirasi mahasiswa, tetapi proses penyampaian harus tetap tertib dan bijak,” ujarnya.
Wakil Bupati Amru menambahkan, kritik dan saran mahasiswa merupakan bahan evaluasi bagi pemerintah, selama disampaikan dengan cara yang konstruktif.
“Aspirasi yang baik adalah masukan untuk perbaikan, bukan memicu kerusakan,” kata Amru.
Dialog ini berhasil mencairkan ketegangan, membangun suasana saling menghargai, dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap terbuka, mendengar, dan hadir di tengah masyarakat.
Kesepakatan untuk menjaga komunikasi intensif menjadi penutup pertemuan, memastikan aspirasi mahasiswa tersalurkan tanpa gesekan, dan memperkuat sinergi antara generasi muda dan pemerintah.
