Pontianak (ANTARA) - Anggita Dwi Maharani baru merasa tersadarkan bahwa berkendara dengan sepeda motor yang aman bukan hanya sekedar memakai helm semata beserta perlengkapan lainnya namun menjaga jarak dengan waktu tempuh tiga detik sangat penting agar bisa selamat dan mencegah kecelakaan di jalan raya. Pasalnya, dengan tidak menjaga jarak saat berkendara menjadi bagian dari enam perilaku berkendara penyebab kecelakaan.
Dengan jarak tempuh tiga detik saat berkendaraan antar kendaraan atau lainnya memberi peluang pengendara untuk mengidentifikasi, membuat keputusan dan memberikan reaksi sehingga bisa menghindari kecelakaan atau korban jiwa. Testimoni tersebut disampaikan Anggi sapaan akrabnya setelah mengikuti edukasi safety riding atau berkendara aman dari instruktur Astra Motor Kalbar, Sabtu (20/9/2025).
Mahasiswi semester lima Program Studi Ilmu Komunikasi, Fisipol Universitas Tanjungpura Pontianak adalah satu di antara dari 25 peserta Pelatihan Jurnalistik Antara Kalbar 2025 yang berkunjung dan mengikuti edukasi safety riding atas kerjasama Antara dan Astra Motor Kalbar.
Bagi mahasiswi kelahiran Pontianak 8 November 2005 tersebut, edukasi berkendaraan yang aman menjadi ilmu baru dan kembali menyadarkan dirinya bahwa membuat hidup penuh arti di antaranya dengan menempatkan keselamatan berkendara atas kepentingan lainnya saat di jalan raya. Jika sebaliknya berkendara tanpa mengikut rambu - rambu lalu lintas dan tidak mengetahui berkendara yang baik maka potensi kecelakaan tinggi.
Ia juga sangat terkejut, dari data yang dipaparkan instruktur safety riding Astra Motor Kalbar bahwa di Indonesia pada 2024 lalu terjadi 148.307 kecelakaan dan 77 persen adalah pengendara sepeda motor. Dari data tersebut 53 persennya korban laka lantas di kisaran 15-39 tahun, masih dalam rentang usiannya saat ini. Belum lagi data di lapangan yang tidak terdata di kepolisian dan dipastikan bisa jauh lagi banyak lagi.
"Jadi dengan edukasi safety riding #cari-aMan dari Astra Motor Kalbar ini sangat penting dan ilmu baru bagi kami. Kami jadi tahu dan sadar dampak kalau kita berkendara yang asal - asalan. Kami dengan ini belajar berkendara aman dan pelajaran berharga sekali karena sehari - hari berkendara menggunakan sepeda motor," kata dia.
Hal senada juga disampaikan peserta lainnya Syifa, dengan mengikuti edukasi berkendara yang aman menjadi ilmu baru yang harus diperhatikan dan dipraktekkan di lapangan saat berkendara. Apalagi bagi siswa SMAN 10 Pontianak tersebut baru belajar berkendara sepeda motor dengan orang tuannya.
"Jujur saya saat ini baru belajar berkendara dengan sepeda motor. Saya belum memiliki SIM. Beruntung sekali saya belajar berkendara aman ini dari Astra Motor Kalbar sehingga memberikan ilmu baru dan pengetahuan soal berkendara," ucap dia.

Gencarkan #cari-Aman
Corporate Communication Analyst, PT Astra International - Honda Sales Operation / Astra Motor Kalbar, M Agung Prasetyo Wibowo mengatakan bahwa pihaknya terus menggencarkan edukasi berkendara yang aman atau #cari-Aman di Provinsi Kalbar melalui program Sinergi Bagi Negeri. Hal itu bentuk komitmen dari Astra Motor yang mana bukan hanya menjual produk sepeda motor namun peduli terhadap keselamatan pengendara atau konsumennya.
Apalagi menurutnya dari datat yang ada 77 persen yang mengalami kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor. Kemudian dari itu semua sebanyak 94 persen faktor utama penyebab kecelakaan adalah manusia. Sehingga sangat penting pengendara mengetahui bagaimana berkendara yang aman.
Hingga Agusuts 2025, pihaknya mencatat sudah sekitar 7.000 pengendara di Kalbar mendapat edukasi berkendara yang aman dari Astra Motor Kalbar. Dari data tersebut telah menyasar kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan perusahaan, komunitas dan lainnya. Secara internal pun, untuk instruktur dan lainnya ada lomba terkait cari aman agar dari hulu dan hilir semakin berkualitas.
"Perluasan jangkauan safety riding terus kita maksimalkan. Sehingga semakin ramai teredukasi maka harapan dan target kita angka kecelakaan bisa turun dan bahkan zero korban jiwa sebagaimana target pada 2030 mendatang. Perlu diketahui bahwa dari data, 62,5 persen kecelakaan menyebabkan kemiskinan karena yang korban adalah tulang punggung keluarga," papar Agung

Perilaku Pengendara
Instruktur Safety Riding Astra Honda Kalbar, Febri Andrian menyebutkan bahwa perilaku pengendara menjadi faktor kunci untuk memastikan arah tujuan bisa tercapai dengan selamat. Hal itu sejalan dengan data bahwa penyebab kecelakaan berkendara 94 persen oleh manusia atau pengendara. Setelah itu baru disusul faktor kondisi kendaraan, jalan dan lingkungan.
Ia memaparkan bahwa ada enam perilaku berkendara penyebab kecelakaan yakni ceroboh lalu lintas di depan, tidak menjaga jarak saat berkendara, melewati batas kecepatan, ceroboh saat berbelok, ceroboh saat mendahului dan terakhir berkendara dalam kondisi kelelahan.
Untuk itu lah, setiap pengendara wajib mengetahui faktor penyebab dan bagaimana berkendaraan aman. Sehingga mengurangi dan bahkan menekan potensi kecelakaan. Adapun tips aman berkendara sendiri di antaranya pastikan aman kesehatan, emosi, surat menyurat, perlengkapan berkendara dan kendaraan. Selanjutnya hindari perilaku berkendara tidak aman, melakukan prediksi bahaya, pengereman kombinasi dan melakukan safety check.
"Berkendara yang aman menjadi kunci untuk keselamatan dan kesehatan kita. Mari bersama menjadi bagian untuk kampanye berkendara aman untuk hidup lebih berarti," ajak dia.

Belajar dan Menulis Berkendara Aman
Kepala Biro LKBN Antara, Helti Marini Sipayung program Pelatihan Jurnalistik Antara Kalbar 2025 bagi pelajar, mahasiswa, dan komunitas sebagai upaya memperkuat literasi media dan kemampuan jurnalistik generasi muda di tengah pesatnya arus informasi digital.
Ia menjelaskan pelatihan digelar sebagai bentuk tanggapan terhadap tantangan di era keterbukaan informasi yang ditandai dengan maraknya hoaks, misinformasi, dan penyebaran berita tidak akurat melalui berbagai platform digital.
Dengan memperkuat keterampilan jurnalistik, peserta diharapkan mampu menjadi agen literasi informasi yang dapat menyajikan berita secara akurat dan berimbang.
"Tujuan utama pelatihan ini adalah untuk membekali pelajar, mahasiswa, dan komunitas dengan keterampilan dasar jurnalistik yang kuat, mulai dari teknik menulis, wawancara, hingga fotografi jurnalistik," kata dia.
Program pelatihan yang diikuti 25 peserta berlangsung selama enam kali pertemuan ini yang dibagi ke dalam beberapa tahapan mulai teori di kelas maupun praktek di lapangan.
Untuk praktek di lapangan sendiri satu di antaranya di Astra Motor Kalbar, selain sebagai sponsor kegiatan juga yang peduli terhadap lingkungan seperti edukasi safety riding yang penting diketahui semua orang.
Dengan berkunjung dan mendapat edukasi berkendara aman di Astra Motor, peserta selain bisa menulis hasil materi, diskusi atau wawancara juga penting mendapat pengetahuan dasar berkendara yang aman. Sehingga belajar dan menulis berita tentang berkendara aman sejalan dan semuanya sangat penting.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Astra Motor Kalbar dalam menyukseskan pelatihan Jurnalistik Antara 2025," kata dia.
Semoga semangat melahirkan generasi emas dengan edukasi literasi yang baik dari LKBN Antara Biro Kalbar melalui pelatihan jurnalistik dan berkendara yang aman dari Astra Motor Kalbar bisa terwujud dan berdampak luas bagi khalayak ramai, untuk Indonesia lebih baik.
