Pontianak (ANTARA) - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Dinasbunnak) Provinsi Kalbar, Heronimus Hero menegaskan pentingnya keselarasan dan komitmen semua pemangku kepentingan dalam menerapkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Untuk percepatan implementasi sawit berkelanjutan tersebut melalui Rancangan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) Provinsi Kalbar.
Heronimus menyoroti potensi produksi CPO Kalbar yang mencapai 4,9 juta ton dan diprediksi terus meningkat. Namun, di sisi lain, industri menghadapi tantangan global pasca pandemi, seperti isu deforestasi, degradasi hutan, dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
"Untuk menjawab tantangan dan memenangkan persaingan pasar dunia yang ketat, diperlukan langkah strategis dan dukungan semua pihak melalui pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan," ujar Heronimus.
Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Regulasi ini diharapkan dapat memacu kontribusi seluruh stakeholder, khususnya pekebun swadaya.
Namun, Kepala Disbunnak Kalbar juga mengakui adanya sejumlah kendala di lapangan, seperti ketidakpastian hukum, kerancuan multitafsir regulasi, serta sosialisasi yang belum optimal. Untuk itu, penyelarasan dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Perkebunan Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) menjadi krusial.
"Rancangan Peraturan Presiden (RAN KSB) yang sedang disusun akan menjadi instrumen kebijakan komprehensif untuk memperkuat implementasi RAD KSB di daerah," jelas Heronimus.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Provinsi Kalbar fokus pada enam rencana aksi utama dalam RAD KSB, yaitu penguatan data, koordinasi, dan infrastruktur, peningkatan kapasitas pekebun, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, penerapan tata kelola dan penanganan sengketa, percepatan sertifikasi ISPO dan eningkatan akses pasar produk sawit.
Pada Selasa, 2 Desember 2025 Disbunnak Kalbar melakukan pertemuan seminar akhir kegiatan penyusunan rencana aksi provinsi kelapa sawit berkelanjutan Provinsi Kalbar.
Seminar ini bertujuan untuk memaparkan kembali rancangan RAD KSB kepada Tim Pelaksana Daerah dan para pihak terkait, serta mendiskusikan program dan rencana kegiatan. Diharapkan, forum ini dapat menghasilkan pemahaman dan persepsi yang sama dalam memacu kesadaran pelaku usaha, khususnya pekebun swadaya, untuk budidaya yang lestari.
"Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak dan berharap perkebunan di Kalbar semakin jaya, berkeadilan, dan berkelanjutan," kata dia.
