Washington (ANTARA) - Pejabat keamanan nasional Amerika Serikat mengatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau salah satu kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini, lapor The Wall Street Journal pada Rabu.
Mengutip seorang pejabat AS yang mendapat pengarahan intelijen, surat kabar itu mengatakan kesimpulan tersebut didukung oleh penilaian Badan Intelijen Pusat (CIA) yang menyatakan tidak ada upaya serangan terhadap Putin.
Menurut pejabat AS itu, Ukraina berniat menyerang target militer yang sebelumnya pernah diserang Kyiv, yang terletak di wilayah yang sama dengan kediaman Putin, namun lokasinya tidak berdekatan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha pada Selasa mengatakan Rusia gagal memberikan bukti apa pun yang kredibel untuk mendukung klaimnya mengenai dugaan serangan drone Ukraina terhadap sebuah kediaman presiden yang berada wilayah Novgorod.
Presiden AS Donald Trump pada Rabu tampak menepis klaim Rusia mengenai serangan drone yang digagalkan.
Ia membagikan tautan editorial New York Post dengan judul: “Gertakan ‘serangan’ Putin menunjukkan Rusia adalah pihak yang menghalangi perdamaian.”
Trump dilaporkan menyampaikan kekhawatiran atas insiden tersebut dalam percakapan telepon dengan Putin, meskipun kemudian ia mengatakan ada kemungkinan serangan itu “tidak terjadi.”
Ketika ditanya apakah AS memiliki konfirmasi bahwa serangan tersebut benar-benar terjadi, Trump mengatakan pada Minggu (28/12), bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, bahwa kemungkinan itu memang ada.
“Anda mengatakan mungkin serangan itu tidak terjadi—itu juga mungkin, saya kira, tetapi Presiden Putin mengatakan kepada saya pagi ini bahwa itu terjadi,” ujarnya.
Sedangkan Zelenskyy membantah klaim tersebut dengan mengatakan tuduhan itu bertujuan “merusak seluruh pencapaian dari upaya diplomatik bersama” dengan tim Trump serta “membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina.”
Sumber: Anadolu
