Jakarta (ANTARA) - Akademikus sekaligus pengamat politik Rocky Gerung menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membahas soal penculikan Presiden Venezuela Nicholas Maduro dan kerusakan lingkungan, dalam rapat kerja nasional (rakernas) sekaligus perayaan HUT ke-53 PDIP, Sabtu.
Hal tersebut dikatakan Rocky usai mendengarkan pidato Megawati di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu.
"Beliau mulai dengan program politik global soal Venezuela, soal hak untuk mempertahankan kemerdekaan, soal terlarangnya satu negara adikuasa mengambil alih dan mencaplok pemimpin dari sebuah negara yang berdaulat," kata Rocky saat jumpa pers.
Menurut Rocky, tema itu dibahas Megawati karena Indonesia mempunyai dalil yang bertentangan dengan kolonialisme yakni menghormati hak negara menjalankan pemerintahannya sendiri.
Karenanya, Rocky menilai Megawati menyuarakan sikap yang bertentangan dengan kolonialisasi yang dilakukan Amerika Serikat pada Venezuela.
"Yang paling penting yaitu tertib dunia internasional yang dikotori oleh Donald Trump, Amerika, dan arogansinya," kata Rocky.
Yang kedua, kata Rocky, Megawati juga membahas soal pentingnya merawat alam agar lingkungan tetap terawat dan tidak terjadi bencana alam yang mengancam kehidupan masyarakat.
"Jadi kita lihat bagaimana Megawati merayakan lingkungan itu dalam upaya mengingatkan pada anak muda bahwa merusak lingkungan itu artinya merusak peradaban," kata Rocky Gerung.
Rocky sendiri mengaku puas dengan apa yang disampaikan Megawati dalam rakernas karena dianggap telah mewakili beragam isu strategis yang harus menjadi perhatian bangsa.
"Jadi, saya gembira karena diundang oleh Ibu Megawati untuk mendengarkan hal yang betul-betul jernih, tulus, dan berani," tutup dia.
Sebagai informasi, pada rangkaian acara HUT ke-53 PDIP Perjuangan dan Rakernas I Partai, DPP PDIP mengusung tema ‘Satyam Eva Jayate’ dengan sub tema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”.
Satyam Eva Jayate, adalah slogan berbahasa Sanskerta yang artinya "Kebenaran akan Menang".
Sedangkan, ‘Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya’ yang dikutip dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman menggambarkan daya tahan (resilience) yang menyertai Satyam Eva Jayate.
