Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi akan mendalami perseteruan antara oknum guru mata pelajaran bahasa Inggris dengan sejumlah siswa di SMK 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang menyebar cepat (viral) di berbagai lini masa media sosial.
"Kami akan mendalami kejadian ini, dan secepatnya tim bidang guru dan tenaga pendidikan (GTK) bersama bidang SMK Disdik akan turun ke SMKN 3 Tanjab Timur tersebut," kata pelaksana tugas Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar di Jambi, Rabu.
Ia menyayangkan kejadian itu, pihaknya mengharapkan sekolah sebagai tempat menimba ilmu, membagi hal-hal yang bermanfaat. Bukan sebaliknya, menjadi lokasi perdebatan yang mengakibatkan baku hantam.
Pihaknya menghimbau agar seluruh warga sekolah dapat berlaku bijak, dan menjamin pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Terhadap oknum-oknum tersebut, kata Umar akan dilakukan pembinaan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
"Kami akan berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi terkait penanganan hasil dari pembinaan tersebut, " jelasnya.
Kapolsek Berbak, Ipti Hans Simangunsong saat dihubungi, membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan pihaknya akan melakukan mediasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, para orang tua murid dan forum komunitas pimpin kecamatan.
"Ya benar, kita akan mediasi hari ini terkait persoalan ini bersama pihak sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada titik terang," ungkap Kapolsek.
Camat Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Nopi Ariansyah menyampaikan hal yang sama, pihak nya bersama kepolisian, Babinsa dan pihak komite, hari ini (14/1) langsung melakukan proses mediasi melibatkan orang tua siswa.
"Sekarang kita sedang upayakan mediasi, melibatkan Babinsa, Polsek Berbak dan pihak komite di sekolah itu," kata Camat Berbak Kabupaten TanjabTimur, Nopi Ariansyah di TanjabTimur.
Menurut dia, peristiwa yang menggemparkan media sosial itu di duga akibat kesalahpahaman saat guru tersebut memberikan arahan kepada siswa.
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan beredar sebuah video yang memperlihatkan kericuhan antara seorang guru dan sejumlah siswa yang diduga Sekolah Menengah Kejuruan SMK 3 Kabupaten Tanjabtim, Kecamatan Berbak.
Dalam rekaman video berdurasi 3 menit 28 detik tersebut, tampak seorang guru terlibat adu argumen dengan muridnya. Situasi yang awalnya berupa cekcok mulut kemudian berubah menjadi ricuh dan diduga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap guru bersangkutan oleh beberapa siswa.
Dalam video itu terlihat sejumlah siswa berada di sekitar lokasi kejadian. Beberapa di antaranya diduga ikut terlibat langsung, sementara siswa lain tampak menyaksikan situasi yang semakin tidak terkendali. Suasana di lingkungan sekolah terlihat gaduh dan memancing perhatian banyak pihak.
Selain itu, beredar video lainnya setelah kejadian pengeroyokan, tampak juga guru tersebut mengejar para murid dengan senjata tajam jenis celurit.
