Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) mengakselerasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang difokuskan pada pertumbuhan ekonomi inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan seiring capaian pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 5,3 persen.
"Pertumbuhan tersebut ditopang penguatan sektor-sektor unggulan, peningkatan investasi, serta transformasi ekonomi berbasis nilai tambah," kata Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Pontianak, Jumat.
Ia menambahkan selain pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren positif, tingkat inflasi di Kalbar juga relatif terkendali. Namun demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika perekonomian global yang berpotensi memengaruhi stabilitas daerah.
“Kita harus mewanti-wanti pergerakan kurs dolar dan dinamika global lainnya. Mudah-mudahan perekonomian kita tetap stabil, dan Kadin dapat berperan lebih besar dalam mendukung iklim usaha serta pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Menurut Norsan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci percepatan pembangunan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai delapan persen.
Sementara itu, tokoh nasional asal Kalimantan Barat Oesman Sapta Odang (OSO) menilai Kadin memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memperjuangkan kepentingan pelaku usaha.
“Bagaimana Kadin memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, membantu pemerintah daerah, menjaga keamanan dan stabilitas, serta ikut membangun cara berpikir yang konstruktif demi kemajuan bersama,” ujar dia.
OSO berharap Musprov Kadin Kalbar mampu melahirkan kepengurusan yang solid dan memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berpihak pada masyarakat.
“Pemerintah membangun dengan sistem dan perencanaan yang terinci, sementara Kadin melihat dari perspektif ekonomi. Semoga menghasilkan keputusan terbaik dan bermanfaat bagi kemajuan Kalimantan Barat,” katanya.
Pemprov Kalbar optimistis sinergi pemerintah dan dunia usaha melalui Kadin dapat mempercepat realisasi program RPJMD serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di daerah tersebut
